DERAKPOST.COM – Menanggapi sorotan publik terkait pemanfaatan bangunan bekas sarang walet sebagai dapur MBG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Siak melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi SPPG Al-Fazza 03 di Jalan M. Yamin, Kecamatan Tualang, Rabu (13/05).
Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Korwil SPPG Kabupaten Siak, Lisa Wahari, didampingi Camat Tualang Mursal, S.Sos, Korcam Nurul Ikhsan, serta tim teknis dari Puskesmas Tualang.
Langkah ini diambil untuk memastikan standar sanitasi dan kelayakan operasional program penguatan gizi masyarakat di wilayah tersebut.
Terkait isu penggunaan gedung eks sarang walet yang sempat viral di media online, Korwil SPPG Siak, Lisa Wahari, menegaskan bahwa aspek kebersihan menjadi prioritas utama sebelum aktivitas masak-memasak dimulai.
“Kami turun bersama Camat sebagai pihak pengawas wilayah untuk melihat kondisi riil. Berdasarkan pantauan, bangunan ini sebenarnya sudah melalui proses sterilisasi dan sanitasi total sebelum beroperasi. Namun, secara administratif, kami tetap akan membuat laporan resmi ke pusat,” ujar Lisa Wahari.
Meski demikian, Lisa menyatakan pihaknya tidak memiliki wewenang penuh untuk menentukan status kelanjutan lokasi tersebut.
“Keputusan akhir ada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. Kami segera mengirimkan laporan objektif dari lapangan hari ini juga,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Camat Tualang, Mursal, S.Sos, menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program pemerintah. Menurutnya, keterlibatan pihak Puskesmas dalam peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa standar kesehatan lingkungan terpenuhi.
Sementara itu, Kepala SPPG Al-Fazza 03, Mila Kusumawati, menyambut baik kunjungan tim gabungan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk tunduk pada regulasi yang berlaku.
“Kami sangat terbuka dengan masukan. Sejauh ini, operasional berjalan lancar dan belum ada keluhan dari masyarakat terkait menu gizi yang kami salurkan. Kualitas makanan tetap menjadi kontrol utama kami,” ungkap Mila.
Ia juga berharap agar simpang siur di tengah masyarakat dapat segera berakhir melalui keputusan resmi dari pusat.
“Kami berharap BGN Pusat segera memberikan keputusan tetap agar kami bisa bekerja lebih tenang dan masyarakat mendapatkan kepastian informasi yang akurat,” tutupnya. (Berry)