DERAKPOST.COM – Tindakan yang sangat memprihatinkan dan memalukan. Kepala Puskesmas Rimba Melintang, Azlina, S.Tr.,Bid., dinilai sama sekali tidak bertindak atau pura-pura tidak tahu di tengah merebaknya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Anopheles.
Akibat kelalaian dan ketidakpedulian tersebut, jumlah korban yang terjangkit semakin hari semakin bertambah drastis, terutama menyerang anak-anak dan balita yang menjadi kelompok paling rentan.
Data yang dihimpun awak media menunjukkan, wilayah paling parah terdampak adalah Kepenghuluan Jumrah. Hingga saat ini tercatat sedikitnya 5 orang warga positif terjangkit, yang terdiri dari 4 anak-anak dan 1 balita. Karena kondisi yang mengkhawatirkan dan penanganan dinilai tidak memadai, para pasien terpaksa harus dirujuk ke RSUD Dr. Pratomo Bagansiapiapi dan RSU Dumai.
‎
‎Klaim Tak Ada Anggaran
‎
‎Ketika dikonfirmasi, Staf Kepenghuluan Jumrah bernama Marlin mengaku sudah berupaya keras meminta bantuan penanganan medis. Namun, respons yang diterima sangat mengecewakan.
“Kami bersama PJ sudah meminta penanganan segera, tapi Kapuskes Azlina dengan entengnya bilang ‘anggaran untuk menangani ini kami tidak punya’, begitu ucapnya kepada kami,” ungkap Marlin dengan nada kesal.
Tak hanya diam, upaya awak media untuk mencari kebenaran dan mengonfirmasi langsung ke Azlina pun menemui jalan buntu. Nomor WhatsApp awak media diduga sengaja diblokir oleh yang bersangkutan, tanda jelas bahwa ia takut dimintai pertanggungjawaban dan berusaha lari dari tanggung jawab.
‎
‎Fogging Tidak Merata, Malah Dipungut Uang
‎
‎Masyarakat juga melayangkan protes keras terkait pelaksanaan pengasapan atau fogging. Menurut keterangan warga, penyemprotan yang dilakukan tidak merata, namun ironisnya justru ada pungutan biaya yang nominalnya disebut fantastis dari setiap rumah.
Selama wabah ini berlangsung, tidak ada satu pun upaya sosialisasi, edukasi, atau penyuluhan kesehatan yang dilakukan pihak Puskesmas untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Seolah-olah keselamatan warga bukanlah prioritas.
‎
‎Dicap Arogan dan Tidak Manusiawi
‎
‎Sosok Azlina sendiri dikenal warga sebagai pemimpin yang sangat arogan, angkuh, dan cuek bebal. Ia tidak pernah mau mendengar keluhan masyarakat maupun pasien.
Bahkan, kasus ini bukan yang pertama kali. Beberapa bulan lalu, Azlina juga pernah menjadi sorotan tajam media dengan pemberitaan “Tak Ada Dokter Jaga Dikeluhkan Warga, Kapuskesmas yang Megah di Rimba Melintang”. Saat itu pun, ia bersikap masa bodoh dan menutup diri saat dikonfirmasi wartawan.
‎
‎Minta Bupati Turun Tangan, Beri Sanksi Berat!
‎
‎Melihat kondisi yang semakin kritis dan mengancam nyawa, masyarakat Rimba Melintang mendesak Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, dan Wakil Bupati Jhoni Carles untuk segera mengambil tindakan tegas dan keras.
“Jangan dibiarkan berlarut-larut! Kalau dibiarkan, citra dunia kesehatan di Kabupaten Rohil akan hancur lebur dan tidak dipercaya rakyat lagi. Kami meminta Azlina diberikan sanksi yang sangat berat agar kapok dan jera. Ini harus menjadi pelajaran bagi semua Kepala Puskesmas agar tidak berani bersikap semena-mena dan mengabaikan nyawa masyarakat,” tegas warga. (Khairul)