Minta Hentikan Operasional, Masa Aksi Geruduk PT Pelindo Regional 1 Terminal Petikemas Perawang

0 149

DERAKPOST.COM – Masa aksi geruduk PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 Terminal Petikemas Perawang Riau, Tualang, Pinang Sebatang Timur, meminta agar aktifitas operasional PT KIMI diberhentikan, Selasa (7/4/2026).

Beberapa waktu berselang, perwakilan beberapa masa aksi pun dipersilahkan masuk untuk melakukan mediasi dan mendengarkan penyampaian langsung dari Managemen PT Pelindo Perawang.

GM PT Pelindo Perawang, Yulfiatmi mengatakan, untuk legalitas mitra kerja sebelum melakukan operasional di kawasan pelabuhan Pelindo Regional 1 Terminal Petikemas Perawang Riau, telah melengkapi dokumen atau administrasi perusahaan.

“Untuk izin amdal pelindo sudah ada, dan dua tahun sekali itupun akan dilaporkan. Sesuai regulasinya melalui Direksi Pelindo setelah kontrak dapat beroperasi,” jelasnya.

Hal tersebut, mendapat bantahan dari peserta aksi, dimana pihak pelindo yang telah memiliki amdal di kawasan merupakan amdal kawasan pelabuhan. Selain SLO lingkungan.

“Amdal pelindo kita akui telah ada, akan tetapi apakah amdal tersebut mencakup keseluruhannya. Sementara PT KIMI ini, beroperasi apakah telah memiliki izin lingkungan dari DLH setempat,” sebut Koordinator Aksi, Unggal Gultom.

Unggal juga menyampaikan, regulasi perizinan ini seharusnya jelas peruntukan bagi perusahaan tersebut. Mana, perjanjian antara pelindo dan PT KIMI.

“Kita mau lihat, mana kesepakatan antara PT KIMI dan pelindo ini, untuk beroperasional di kawasan pelabuhan, itu PBG nya seperti apa, izin lingkungan, seharus dilakukan inspeksi terlebih dulu dari dinas terkait,” tandasnya.

“Kita akan surati Pemerintah Kabupaten Siak, DLH, DPRD Kabupaten Siak, meminta agar dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak pelindo dan PT KIMI terkait kasus ini,” ujarnya.

Kemudian, peserta aksi juga menuntut kepada aparat penegak hukum agar melakukan pemeriksaan terhadap Managemen PT Pelindo Regional 1 Terminal Petikemas Perawang Riau.

“Kita minta kepada APH, agar memeriksa Managemen Pelindo saat ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan melalui Sadeli menyampaikan, untuk kegiatan kepelabuhan atau pengangkutan (loading) kapal, tidak melakukan aktifitasnya saat ini.

“Kita berhentikan sementara aktifitas pengangkutan ke atas kapal, karena kita belum mengetahui ini,” sebutnya

Selanjutnya, masa aksi pun melanjutkan aksi unjuk rasa di depan pintu keluar masuk Pelindo Regional 1 Terminal Petikemas Perawang Riau, karena tidak mendapatkan keputusan dari pihak Pelindo saat ini.

Sekedar informasi, sebelumnya aktifitas bongkat muat pada stocpile cangkang tersebut, telah beroperasi meski diduga belum memenuhi persayarat atau perizinan dari instansi terkait.  (Bery)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.