DERAKPOST.COM – Mendukung kebijakan pemerintah dalam penggunaan listrik dan BBM, yakni akan diberlakukan WFH. Maka, juga disikap pihaknya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ini, juga tengah menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Demikian, disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto. Selasa (31/03/2026). Program yang rencananya akan diberlakukan di bulan April tersebut, l guna mendukung langkah efisiensi energi di tengah tekanan global.
“Tekanan global saat ini berdampak pada harga minyak. Yang patokan sebelumnya 70 dollar per barel, sekarang sudah di atas 100. Jadi kita harus waspada dan lakukan antisipasi, mengencangkan ikat pinggang,” kata SF Hariyanto.
Dikutip dari laman Mediacentre. Dikatakan gubernur, pada saat WFH itu dimulai maka, kendaraan dinas milik Pemprov Riau tidak boleh juga dipergunakan, tetapi dan harus diamankan di rumah pejabat yang merupa penanggungjawab kendaraan.
“Disaat ini masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat, dan kemungkinan akan diberlakukan hari Jumat. Jadi untuk Jumat, Sabtu dan Ahad, kendaraan dinas tidak boleh dipergunakan itu selama WFH tersebut,” katanya.
Kemudian, untuk menghemat penggunaan listrik, Plt Gubri meminta AC dan lampu di kantor OPD harus dihemat atau dimatikan. Hendaknya, pada Senin -;Kamis, tidak usah menghidupkan AC di pagi hari. Buka saja jendelanya, tetapi kalau sudah siang baru hidupkan AC.
Meskipun WFH nantiny diberlakukan, SF Hariyanto menekankan kinerja pegawai Pemprov Riau tidak boleh berkurang. Hal itu tetap kerja, melalui zoom saja. Kecuali pelayanan kepada masyarakat harus tetap jalan
Kesempatan itu, Plt Gubernur mengatakan, guna nantinya, agar memastikan efisiensi ini berjalan sesuai pada skema diterapkan. Diharap setiap OPD untuk bisa melakukan evaluasi. “Jadi saya minta itu kepala OPD, melakukan evaluasi,” katanya .
Yakni berapa besaran anggaran listrik yang telah dikeluarkan pada bulan sebelumnya, dengan dibanding saat telah diberlakukan WFH. Apakah ada penguranganya, apakah efektif program ini. (Dairul)