Bupati Kampar Ahmad Yuzar Imbau Masyarakat Jangan Gunakan Mobil Saat Hari Raya Enam

0 61

DERAKPOST.COM – Mengantisipasi halnya kemacetan selama rangkaian pelaksanaan hari raya Enamakan dilaksanakan besok, Sabtu (28/3/2026), Bupati Kampar H Ahmad Yuzar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan roda empat (mobil) dan memprioritaskan penggunaan kendaraan roda dua dan juga berjalan kaki.

Hal itu disampaikan Bupati Kampar Ahmad Yuzar di Bangkinang, Kamis (26/3/2026). Imbauan ini untuk meningkatkan aksesibilitas dan responsibility memutar pengguna jalan di masa arus balik 2026 terhadap peningkatan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) pada pelaksanaan  hari raya Enam di Kabupaten Kampar.

Dalam surat bernomor 500.11/DISHUB-SET/128, Bupati Ahmad Yuzar juga menimbang tradisi yang juga dikenal dengan Hari Rayo Zora (ziarah kubur)  karena gaungnya sangat luas dan telah menjadi agenda Pemerintah Provinsi Riau sehingga diperkirakan daerah Kecamatan Bangkinang sekitarnya akan dipadati ribuan masyarakat.

“Masyarakat Kabupaten Kampar baik dari dalam negeri maupun luar negeri akan pulang ke Kabupaten Kampar dalam rangka memeriahkan acara ini,” bunyi salah satu poin dalam imbauan  yang diteken oleh Bupati Ahmad Yuzar tersebut, dikutip dari laman Cakaplah.

Masifnya peserta ziarah kubur dan halal bi halal yang berpusat di Kecamatan Bangkinang tersebut menjadi landasan Pemkab Kampar mengeluarkan imbauan untuk tidak mengendarai kendaraan roda empat, cukup roda dua demi mengurangi kemacetan di titik lokasi ziarah kubur maupun di ruas jalan yang menjadi jalur arus balik 2026.

Seperti diketahui, tradisi perayaan Hari Raya Enam atau sering disebut masyarakat lokal  Aghi Ghayo Onam atau Aghi Ghayo Zora atau Ziarah Kubur dilakukan setiap tahun oleh hampir seluruh masyarakat di Kecamatan Bangkinang dan sebagian masyarakat Kecamatan Salo setelah pelaksanaan ibadah puasa sunnah enam hari dibulan Syawal atau dilaksanakan setiap tanggal 8 Syawal.

Kegiatan pada Aghi Ghayo Onam dimulai dengan Sholat Subuh berjemaah di masjid dan musalah terdekat. Setelah itu seluruh masyarakat bergerak menuju makam (kuburan) para leluhur dan keluarga serta karib kerabat untuk melakukan ziarah kubur. Sebagian besar masyarakat berjalan kaki sehingga jalanan di kampung-kampung di Kecamatan Bangkinang dan Salo dipadati ribuan masyarakat.

Setelah itu masyarakat menggelar acara makan bersama atau disebut makan bajambau oleh masyarakat lokal yang digelar di masjid-masjid dan musalah. Kegiatan ini diselingi juga  bersilaturahmi ke rumah sanak saudara maupun kerabat.

Berbagai aneka makanan tradisional selalu tersaji pada Hari Raya Enam ini seperti lomang yang dimakan dengan sari kaya, kue jalo, lopek bugi, kue palito daun, ketupat dan aneka makanan tradisional lainnya.

Seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini selalu diikuti para pejabat baik di tingkat provinsi, kabupaten bahkan hingga nasional. Kegiatan ini telah menjadi perhatian nasional bahkan internasional.

Sebelumnya, dalam rapat persiapan Hari Raya Enam di Kecamatan Bangkinang yang digelar, Rabu (25/3/2026), Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menyampaikan, Hari Raya Enam akan digelar Sabtu (28/3/2026) dan akan dihadiri oleh Gubernur Riau.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.