Oalah…. Di Danau Rusa Viral Video Bule Kenakan Bikini, Ini Kata Disparbud Kampar

0 66

DERAKPOST.COM – Beredar viral video hal tidak layak di Kota Serambi Mekah, dimana video memperlihatkannya wisatawan asing atau bule, yang mengenakan bikini di objek Wisata Danau Rusa, di PLTA Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar. Dan saat ini, menuai beragam tanggapan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kampar Afdal dikonfirmasi hal ini mengatakan, bahwasanya peristiwa itu bersifat insidental, serta baru pertama kali terjadi di kawasan wisata tersebut. Disebut dia, kejadian itu terjadi sebab keterbatasan jumlah petugas pengawas di lapangan.

“Pada saat kejadian, petugas yang berjaga hanya dua hingga tiga orang. Sebagian staf sedang dialihkan itu untuk kegiatan gotong royong pembersihan di lokasi lain. Maka itu sehingga kedatanganya dari wisatawan ini dan aktifitas tidak terpantau oleh petugas di daerah wisata testebut,” kata Afdal.

Afdal, juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan bentuk kecolonganya pengawasan dan bukan sesuatu disengaja oleh pihak pengelola. Katanya, Kejadianya sudah terjadi dan tentu ini tak diharapkan,” katanya. Sebagai tindak lanjut, katanya, hal itu, pihaknya tingkatkan pengawasan.

“Terkait hal ini, Disparbud Kampar ini akan menginstruksikan petugas di lapangan itu agar bisa lebih aktif memberikan imbauan kepada seluruh pengunjung terkait norma dan etika yang berlaku di kawasan wisata, baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal di lokasi wisata,” ungkap Afdal.

Kesempatan itu, Afdal mengatakan, bahwa hal ini bukan hanya untuk wisatawan asing diberlakukan. Aturan ini juga diberlakukan pengunjung lokal yang melakukan aktivitas camping, juga harus diingatkan apabila ada hal-hal yang melanggar norma. Hal itu, juga pasti akan dikenakan sanksi tegas.

Afdal menilai bahwa viral video dari Danau Rusa tersebut justru menunjukkan adanya ketertarikan wisatawan asing yang dapat menjadi peluang bagi pengembangannya sektor pariwisata daerah, selama dikelola dengan baik.

“Ini sebenarnya potensi. Wisatawan asing bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan wisatawan lokal. Tinggal bagaimana pengelolaannya dilakukan secara bijak,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh mengabaikan adat dan budaya lokal.

“Kita sepakat ekonomi tidak boleh melanggar adat. Namun, cara mengingatkan wisatawan juga harus dilakukan secara bijak, tidak emosional, karena latar belakang budaya mereka berbeda,” tuturnya.

Menurut Afdal, pendekatan universal dengan penekanan pada etika dan aturan bersama perlu dikedepankan agar potensi wisata tidak hilang akibat reaksi sesaat. (Hafizh)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.