Taufiq OH Sebut Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim – Kampar

0 58

DERAKPOST.COM – Pemprov Riau menaja pasar murah, hari ini di Kabupaten Kampar, digelar di halaman Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim dan mulai dibuka sejak pukul 08.00 WIB. Lokasi demikian ini dipilih untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

Demikian langsung disampaikanya Kepala Disperindagkop UKM Riau Taufiq OH. Ia menegaskan, operasi pasar murah menjadi instrumen strategis pada pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menahan laju kenaikan dari harga pangan, khususnya jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.

“Per hari ini, Pemprov Riau melalui TPID ini telah menggelar pada operasi pasar murah sebanyak 23 kali. Terbaru, hari ini yang kita sukses melaksanakan di Pasar Limbungan Baru, Kota Pekanbaru,” ujar Taufiq. Disebut ia, intensitas pada pasar murah akan terus ditingkatkan dalam halnya beberapa pekan ke depan seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

Katanya, diketahui Pemprov Riau semakin memacu langkah konkret pengendalianya inflasi daerah, dengan halnya memperluas jangkauan operasi pasar murah. Ini melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), intervensi harga bahan pokok kembali digelar dan kali ini menyasar Kabupaten Kampar sebagai lokasi ke-23 sepanjang tahun 2026.

Dalam operasi pasar tersebut, ungkapnya, beras itu menjadi komoditas utama yang paling diburu warga. Beras SPHP itu dijual Rp60.000 per 5 kilogram, sementara beras premium lokal seperti Anak Daro dan serta Sokan tersebut dibanderol Rp162.000 per 10 kilogram atau Rp81.000 per 5 kilogram.

Selain beras, sejumlah kebutuhan dapur lain juga tersedia dengan harga di bawah pasar, antara lain, gula pasir Rp17.000 per kilogram, Minyak goreng Salvaco Rp21.000 per liter, Palmco Rp16.000 per bungkus, Minyakita Rp15.500 per bungkus, tepung tapioka Rp8.000 dan garam mulai Rp2.000

Sementara itu, harga komoditas strategis seperti cabai merah, bawang, kentang, dan telur ayam disesuaikan langsung dengan harga tingkat petani serta dinamika pasar harian agar tetap kompetitif dan juga tidak merugikan produsen.

Langkah ini sekaligus menjadi bagianya dari upaya Pemprov Riau ini menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan nasional dan serta potensi tekanan inflasi musiman.

Kesempatan itu dia mengatakan, bahwasa per hari ini, dari Pemprov Riau melalui TPID menggelar operasi pasar murah sebanyak 23 kali. Terbaru, hari ini sukses melaksana di Pasar Limbungan Baru, Kota Pekanbaru.
Menurutnya, intensitas pasar murah akan terus ditingkatkan dalam beberapa pekan ke depan seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat. (Rezha)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.