Oalah…..Permintaan Maaf dari Anggota DPRD Inhil Damawati Dinilai Itu Tidak Tulus dan Minim Etika

0 133

DERAKPOST.COM – Diketahui, sejumlahan wartawan dikumpulkannya DPRD Indragiri Hilir (Inhil), yang terkait adanya permintaan maaf dari Darmawati selaku anggota DPRD Inhil. Dimana, kuli tinta di daerah setempat dikumpulkan pada hari Senin (2/2/2026).

Pertemuan digelar DPRD Inhil ini bertujuan sebagai upaya penyampaianya permintaan maaf itu dari hal salah satu anggota DPRD Inhil Damawati, atas pernyataannya sekitar dua bulan lalu dinilai ni telah merendahkan marwah dan profesi wartawan.

Namun untuk diketahui, sejak pertemuan berlangsung di kantor DPRD Inhil tersebut sudah menimbulkan tanda tanya kalangan awak media. Karena, acara terkesan tidak dipersiapkan secara matang, baik dari sisi tata acara, etika kelembagaan, maupun itu mekanisme komunikasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh lembaga legislatif.

Dimana, saat membuka acara, Damawati hanya mengucapkan salam dan langsung menyampaikan permintaan maaf secara sangat singkat. “Saya meminta maaf pada rekan wartawan atas dari kesalahpahaman saya. Saya pun akan memperbaiki diri dan ini harus berhati-hati melangkah ke depan,” ujar Damawati.

Tak lama setelah pernyataan disampaikan, acara langsung ditutup. Dan hal wartawan yang hadir diarahkan untuk membubarkan diri tanpa ada dialog, klarifikasi, maupun ini sesi tanya jawab. Bahkan, dalam hal inipun Damawati sempat menyampaikan kalimat, bahwa dirinya ditunggu di rumah. Hal yang justru menambah kebingungan di kalangan awak media.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan para wartawan. Sejumlah dari media itu menilai permintaan maaf disampaikan Darmawati tersebut yang terkesan sekadar formalitas, ecek-ecek, dan dilakukan itu tanpa adanya kesungguhan. Permintaan maaf itu bahkan dinilai dilakukan secara terpaksa dan serta tidak cerminkan etika marwah di lembaga DPRD yang seharusnya ini menjadi contoh dalam bersikap dan berkomunikasi secara terbuka.

“Ini jelas kantor DPRD, lembaga yang kita agungkan. Seharusnya ada tata cara yang rapi dan sistem yang jelas, yang sehingga wartawan bisa memaklumi. Namanya juga  manusia, pasti bisa salah, tapi halnya cara menyikapi kesalahan juga harus dilakukan itu secara bermartabat,” ungkap salah satu wartawan yang hadir.

Salah seorang wartawan lainnya ini menilai sikap Damawati, disaat selama pertemuan berlangsung menunjukkan kurangnya etika dan empati terhadap insan pers. Seperti itu dikutip dari laman Kiblatriau. Dikatakan dia, bahwa permintaan maaf ini, seperti hanya formalitas. Dari hati nuraninya sendiri yang  terkesan sombong. Sebab acaranya hanya beberapa menit, seperti kejar-kejaran. Dari raut wajah Darmawati itupun terlihat tidak ada kesungguhan, terkesan tidak sopan.

Sikap ditampilkan Darmawati yang merupa anggota DPRD Inhil dari asal Partai Perindo itu mendapat tanggapan dari Ketua Umum Forum Komunikasi Wartawan Indragiri Hilir (FKWI Inhil) Riki Sanjaya. Ia mengaku heran dengan proses permintaan maaf dilakukan secara sangat singkat tanpa ruang dialog.

“Saya tidak mengerti, permintaan maaf ini secepat kilat. Hanya ada itu beberapa kata lalu langsung ditutup. Seharusnya ada sesi tanya jawab, supaya ada bahasa dan saran dari kami. Tapi, kita semua tahu, namanya manusia pasti bisa silap,” ujar Riki. Dalam hal ini, Riki mengatakan, dari hal sikap dan cara penyampaian ditunjukkan, permintaan maaf tersebut tampak juga jelas dilakukan dalam keterpaksaan, serta tidak cerminkan ketulusan.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.