Sosialisasi Cerdas Sikapi Opini di Media Sosial Ditaja Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMRI pada Siswa SMAN 10 Pekanbaru

0 254

DERAKPOST.COM – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Netizen Berkomentar Kamu Harus Apa? Cara Cerdas Menyikapi Opini di Sosmed” di SMAN 10 Pekanbaru.

Kegiatan digelar mahasiswa Kelas Opini Publik 7A3, hari Senin (26/1/2026), diikuti sekitar 31 siswa/i di SMAN 10 Pekanbaru.
Diketahui juga, kegiatan merupakan bagian dari tugas UAS pengabdian di masyarakat. Dengan dibawah bimbingan Dosen UMRI Fahmi Salsabila, S.S., M.Si.

Sosialisasi ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa Ilmu Komunikasi UMRI dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan serta praktik sosial, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai agen literasi digital di tengah perkembangannya media sosial yang semakin dinamis ini.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi literasi digital kepada pelajar, yang khususnya didalam menyikapi opini publik, komentar-komentar negatif serta dinamika komunikasi yang ada didalam media sosial tersebut. Maka itu disikapi secara bijak dan serta bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa ini menyampaikan materi yakni terkait literasi emosi, manajemen reputasi, serta penting menjaga kesehatan ekosistem pada ruang digital. Penyampaian materi juga dilakukan itu secara interaktif dengan siswa/i melalui presentasi dan diskusi.

Sehingga siswa/i tersebut bisa memahami hal dampak dari komentar di media sosial, serta cara merespons opini dengan cerdas dan dewasa. “Sebab diketahui media sosial yang berfungsi sebagai ruang publik digital dinilai itu perlu disikapi pemahaman etika,”
terang Ilham Darmaedi.

Kesempatan itu Ilham Darmaedi menyebut, pengendalian emosi, serta kesadaran akan manajemen reputasi diri. Bahkan ini dapat diharapkan siswa/i itu memaham dampak dari komentar di media sosial. Yakni serta cara merespons opini dengan cerdas, dan disertai sikap dewasa.

Salah satu poin utama yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah penerapanya strategi “Jeda 10 Menit”, yakni menunda respons sebelum berkomentar di media sosial agar pengguna dapat berpikir lebih rasional, mengontrol emosi, serta hindari halnya konflik digital.

Strategi ini diperkenalkan sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mehadapi komentar provokatif maupun pada ujaran kebencian. “Strategi jeda sebelum berikan komentar itu, membantu kita berpikir lebih jernih, sehingga respon yang diberikan tak emosi sesaat,” ujarnya.

Antusiasme siswa/i terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar cara membedakan kritik membangun dan ujaran kebencian, serta halnya bagaimana bersikap profesional di ruang digital. Yang sehingga harus dijawab.

Hal ini menunjukkan meningkat kesadaran siswa/i terhadap penting etika komunikasi di media sosial. “Tak semua komentar itu, harus dibalas. Penting memahami kapan harus merespons dan kapan juga memilih diam demi menjaga diri, dan ruang digital tetap sehat,” ujar Nadilla.

Sementara itu, pihak SMAN 10 Pekanbaru memberi apresiasi pada mahasiswa UMRI yang telah menggelar sosialisasi ini. Yang berharap kedepannya itu, siswa/i menjadi bijak cerdas, beretika, serta berkontribusi dalam menciptakan ruang digital dengan minim konflik media sosial.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi foto bersama, dan serta penyerahan plakat sebagai simbol kerja sama. Sosialisasi pun menjadi wujud nyata peran dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UMRI dalam integrasikan praktik sosial, memperkuat peran generasi sebagai agen literasi digital. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.