Kepala Daerah Pelalawan Silih Berganti, Tapi Kondisi Jalan di Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan
DERAKPOST.COM – Masyarakat dari Desa Rantau Baru Bawah, Kabupaten Pelalawani ini sudah puluhan tahun mengeluhkan hal kondisi jalan, dan mengusulkan. Tapi, saat ini kendati sudah berganti-ganti pemimpin atau kepala daerah, namun halnya usulan masyarakat tak mendapat direspon serius dari pemerintah.
Kondisi demikian disebutkanya oleh salah seorang warga Desa Rantau Baru Bawah, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan kepada wartawan. Disebutkan dia, masyarakat ini selalu mengusulkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan untuk memperhatikan Jalan Desa kami ini. Sebab, jalan itu suatu akses satu-satunya masyarakat saat keluar atau kepasar kota pangkalan kerinci.
Allhamdulillah ya, “Sampai sekarang, jalan akses satu-satunya masyarakat ini dari Jalan Koridor PT. RAPP menghubungkan Desa Rantau Baru Bawah, terlewatkan perhatian alias tak diperhatikan,” kata warga yang karib disapa Ujang ini seperti dikutip dari laman Ungkapriau.
Menurut Ujang. Kondisi Jalan Menuju Desa Rantau Baru Bawah, Kecamatan Pangkalan Kerinci tersebut, sungguh sangat memprihatinkan. Bahkan jalan itu, salah satu persoalan krusial bagi peningkatan perekonomian masyarakat tempatan.
Kapung Desa Rantau Baru Bawah ini, terletak di tepian sungai kampar. Tentunya, Jalan Satu-satunya masyarakat memasarkan hasil pertanian dan hasil nelayannya, tidak ada selain lewat akses jalan itu. Kendatipun ada jalan lain misalnya dan hanya melalui sungai menggunakan sampan/perahu.
Secara terpisah Kepala Desa Rantau Baru Bawah, Nurzikri Anton membenarkan bahwa Jalan menuju Desa Rantau Baru Bawah itu dari Jln.Koridor PT RAPP sepanjang 4,8-KM. Namun kondisinya setiap musim hujan sangat memprihatinkan.
Terkait apa yang disampaikan warga saya itu, memang benar. Bahkan setiap pergantian Pimpinan /Bupati Pelalawan, masyarakat selalu mengusulkan. Akan tetapi, sampai detik ini, belum direspon atau direalisasikan pembangunannya.
Tidak dibenarkan, “Jalan ini, tidak dibenarkan menggunakan Dana Desa (DD) untuk membangunnya. Jika, memang bisa menggunakan DD misalnya akan kami angsur membangunnya,” kata Nurzikri Anton.
Kepada media ini, Nurzikri Anton yang didampingi oleh Darlis selaku Sekretaris Desa dan Ketua BPD Sukardi, menambahkan bahwa Jalan itu, merupakan urat nadi ekonomi masyarakat dalam mencari nafkah.
Jalan itu, bukan hanya menjadi urat nadi masyarakat dalam mencari ekonomi. “Jalan itu, satu-satu akses masyarakat dalam memasarkan hasil pertanian dan hasil Nelayannya mereka, kata Kades.
Kepada media ini juga, Kades Nurzikri Anton menyinggung realisasi penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025. “Ya, penggunaan Dana Desa Rantau Baru Bawah Tahun Anggaran 2025, telah terlaksana sesuai peruntukannya. Namun, tahu 2025 ini, ada sebesar Rp. 400 kurang lebih yang silva,” jelasnya.
Dana Desa Rantau Baru Bawah Kecamatan Pangkalan Kerinci Tahun 2025, sebesar Rp. 1,8 Miliar secara keseluruhan. Mengenai anggaran DD yang Silva itu, bukan karena tidak dilaksanakan dalam kegiatan pembangunan Desa. Namun karena sering banjir. Apalagi, Desa Rantau Baru Bawah ini terletak di daerah extrim rawan banjir. (Ajo Marbun)