Puluhan Unit Armada Truk Berkumpul Tak Jauh dari SPBU, Diduga untuk Melangsir Solar Subsidi 

0 85

DERAKPOST.COM – Terpantau belakangan ini, sejumlah armada truk yang diduga jadi pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di SPBU. Hal antrian truk itu, menjadi dugaan praktik pelangsiran tersebut masih tetap ada terjadi di Kota Pekanbaru.

Seperti halnya pantauan awak media pada kawasan Jalan Harapan Raya Ujung, serta dan SPBU berada di Jalan Hang Tuah. Hal itu, tampak deretan mobil truk parkir tidak jauh dari SPBU di Jalan Harapan Raya. Hal pemandangan ini, mengundang perhatian pengguna jalan saat melintas, lantarannya truk tersebut diduga beralih fungsi menjadi armada pelangsir solar, bukan lagi sekadar kendaraan angkutan barang.

Menurut seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, bahwa truk-truk itu dengan sengaja parkir didekat itu, untuk menunggu gilirannya itu masuk ke SPBU di Jalan Hangtuah, yang dikenal masyarakat sebagai SPBU Wates dengan nomor 14.282.667. “Sudah ada pihak yang mengkoordinir. Sengaja parkir di situ agar di SPBU Wates tak tampak menyolok,” ujar sumber itu kepada media.

Ia menjelaskan, truk-truk pelangsir tersebut diduga akan mengisi solar di SPBU Wates, lalu mengangkutnya pada sebuah gudang penimbunan BBM yang lokasinya disebut berada tak jauh dari kantor Camat Tenayan Raya. Gudang itu, diduga menjadi tempat penampungan dan penimbunan solar hasil pelangsiran tersebut sebelum halnya BBM itu kembali disalurkannya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media pun mendatangi SPBU Wates untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi. Hal ini pihak pengawas SPBU yang bernama Eko membantah adanya praktik pengisian yang berulang atau permainan pada penyaluran BBM di SPBU tersebut. “Saya ini tidak tahu
ada hal demikian. Pengisian BBM disinikan berdasar barcode dan nomor polisi (nopol) yang sama,” ujarnya Eko.

Dikutip dari laman Utamapost. Eko juga menegaskan, sistem pengisian di SPBU Wates yang telah diatur sedemikian rupa sehingga satu kendaraan, tentu tidak bisa melakukan pengisianya solar berulang kali secara bebas. Dia mengklaim, pihak SPBU hanya melayani pembelian sesuai dengan ketentuan dan juga mengandalkan sistem pendataanya berbasis barcode dan nomor polisi kendaraan tersebut.

Hingga berita diterbitkan, dugaan praktik pelangsiran dan penimbunan solar itupun belum mendapatkan keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait. Masyarakat sekitar berharap pihak berwenang segera melakukan penelusuran dan penindakan tegas jikalau benar terjadi penyimpangan distribusi BBM bersubsidi, mengingat merugikan konsumen lainnya. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.