Ini Dia Kerugian Sementara Di Sumatera Utara yang Akibat Banjir Bandang dan Longsor

0 60

DERAKPOST.COM – Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara telah memperbarui data sementara kerugian akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025. Hingga awal Januari 2026, total kerugian ditaksir mencapai Rp 18,48 triliun dan masih berpotensi berubah.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, menyampaikan bahwa angka tersebut bersifat estimasi sementara dan terus mengalami fluktuasi seiring proses pendataan di lapangan. “Estimasi angkanya masih terus berfluktuasi,” ujar Porman saat dikonfirmasi pada Jumat (2/1/2026).

Berdasarkan infografis resmi yang dirilis Pemprov Sumut, sektor infrastruktur menjadi salah satu yang paling terdampak. Kerusakan jalan dan jembatan milik pemerintah provinsi ditaksir mencapai Rp 880,65 miliar. Sementara itu, jalan dan jembatan nasional mengalami kerugian sekitar Rp 814,26 miliar, dan jalan serta jembatan kabupaten/kota diperkirakan mencapai Rp 940,55 miliar. Kerusakan pada irigasi, bendung, dan sungai tercatat sebesar Rp 912,46 miliar.

Dikutip dari laman Detik. Dampak besar juga dirasakan sektor pertanian dengan nilai kerugian mencapai Rp 1,48 triliun. Sektor perkebunan menyusul dengan kerugian sebesar Rp 535,01 miliar. Untuk sektor peternakan, kerugian ditaksir mencapai Rp 152,87 miliar, sedangkan perikanan mengalami kerugian sekitar Rp 305,6 miliar.

Kerusakan pada sektor perumahan menjadi salah satu yang terbesar, dengan nilai kerugian mencapai Rp 2,78 triliun. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terdampak signifikan dengan total kerugian mencapai Rp 4,48 triliun.

Selain itu, bangunan pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas tercatat mengalami kerugian sebesar Rp 550,6 miliar. Sektor kesehatan juga terdampak dengan nilai kerugian mencapai Rp 361,83 miliar, sementara rumah ibadah mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sebesar Rp 219,50 miliar.

Kerugian di sektor pasar, perbankan, kantor pemerintah, serta kantor TNI dan Polri turut menambah beban daerah dengan total kerugian sekitar Rp 3,1 triliun. Jika dijumlahkan, seluruh sektor tersebut membentuk total kerugian sementara sebesar Rp 18,48 triliun akibat bencana alam yang melanda Sumut. (Rezha)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.