Soal Kayu Gelondongan Terbawa Banjir di  Sumatra Utara, Menhut Sebut Telah Ambil Sampel

0 154

DERAKPOST.COM – Kejadian banjir terjadi pada tiga provinsi di Pulau Sumatera, saat ini, memunculkan permasalahan dihadapi korban bencana dengan kepiluan. Namun, khusus banjir yang ada melanda Sumatera Utara itu, malah banyak kayu gelondongan yang terbawa arus.

Sehingga bergulir dugaan penyebab terjadi musibah itu adanya pembalakan (merusak) kawasan hutan. Terkait kayu ini berserakan di lokasi banjir itu maka Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni telah melakukan halnya untuk pengambil sampel kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus banjir.

Menhut Raja Juli Antoni, menyebut, telah lakukan pengambilan sampel kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
Pihaknya memanfaatkan teknologi Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) untuk mendalami anatomi kayu-kayu tersebut.

“Sudah (sampel kayu diambil). Kami tadi ada tekhnologi sederhana yang terbiasa sebenarnya teman-teman lakukan, yaitu  namanya AIKO, jadi dengan AIKO ini akan mengetahui anatomi kayu,” sebutnya hari Kamis (4/12/2025).

Ia menyebut, dengan teknologi tersebut akan teridentifikasi apakah kayu ditebang, atau didorong alat berat.

“Kalau ada cacat di kayu, jadi misalkan apakah itu pakai ditebang atau itu didorong dengan buldoser itu jadi indikasi nanti. Kalau buldoser di mana kejadiannya, kalau ditebang secara rapi berarti kira-kira di mana,” jelasnya.

“Jadi ada indikasi-indikasi awal yang belum konklusif. Nanti kami sampaikan kepada publik,” sambungnya, dipantau dari Breaking News KompasTv.

Temuan bekas gergaji mesin

Dalam kesempatan sama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan tim di lapangan terkait kayu-kayu gelondongan yang muncul dalam banjir di Sumatra.

Temuan yang dimaksud, terdapat beberapa bekas potongan gergaji mesin pada sejumlah kayu gelondongan tersebut.

“Jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu, namun kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari chainsaw (gergaji mesin),” ungkapnya Kamis.

Menurut penjelasannya, temuan tersebut akan menjadi bahan pendalaman oleh penyelidik. Itu yang akan didalami.

Adapun dalam penyelidikan tersebut Polri bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Jenderal polisi bintang empat itu juga menuturkan kerja sama untuk mengusut kasus itu tidak hanya sebatas dengan tim dari Kemenhut.

Pihaknya membuka peluang untuk bekerja sama dengan tim dari instansi lainnya, untuk mempercepat pengusutan.

“Bila perlu dengan satgas lain yang bisa bergabung, termasuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) sehingga kerja tim bisa lebih cepat dan segera bisa kita infokan,” ungkapnya.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.