DERAKPOST.COM – Penjabat (Pj) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau Embi Yarman SHut ini diwakili Darwin Sulung SH itu membuka Pelatihan Keterampilan Dalam Rangka Mendukung P-5 dan Ketahanan Pangan serta Keamanan Pangan Berbasis Lokal di SMAN 2 Dayun Siak, Kamis (31/7/2025).
Dalam kata sambutannya Kadis LHK Riau menyampaikan salam sejahtera untuk semua. Juga yang dihormati Saudari Kepala SMA Negeri 2 Dayun, Ibu Tuti, Ibu Wela, instruktur pada Pelatihan ini. Juga dihormati saudari peserta Pelatihan Keterampilan Terjual Dalam Rangka Mendukung P-5 dan Ketahanan Pangan serta Keamanan Pangan Berbasis Lokal dan hadirin sekalian.
Pertama-tama marilah kita memanjatkan Puji dan syukur kekhadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat serta karunia-Nya, pada hari ini kita dapat bersama-sama berada di ruangan ini, dalam rangka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Kinerja IMPLI Provinsi Riau.
Hadirin yang berbahagia, Integrated Management of Peatland Landscape in Indonesia (IMPLI) adalah proyek IFAD (badan PBB), berkonsentrasi di 3 (tiga) provinsi yaitu; Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, yang sebelumnya hanya berfokus di Provinsi Riau.
Tujuan IMPLI adalah 1,2 juta hektare dapat dilakukan intervensi. Beberapa di antaranya khusus diintervensi pada lahan masyarakat. IMPLI akan berlangsung sampai tahun 2025, yang diharapkan strateginya dapat diintervensi dan juga dapat disusun roadmap-nya untuk setiap tahun kegiatan. Untuk itu perlu melakukan identifikasi 2 hal terkait kondisi biofisik dan prediksi kebakaran lahan.

Saudara sekalian, perlu kami sampaikan bahwa : Indikator utama proyek IMPLI sebagai berikut: 1,2 juta hektare landscape lahan gambut yang dikelola secara berkelanjutan 4,31 juta metric ton CO2 yang dimitigasi, 5.000 KK petani kecil yang mendapat manfaat lansung melalui praktik dan mata pencaharian pengelolaan lahan gambut berkelanjutan, dan 15.000 KK secara tidak lansung mendapat manfaat manfaat melalui peningkatan pengetahuan dan akses ke pasar (total 20.000 KK).
Tambahan 120.000 Ha lahan gambut di bawah rezim pengelolaan yang lebih baik (20.000 Ha, dipilah oleh petani kecil laki-laki/perempuan) dan pengelolaan pemegang konsesi seluas 100.000 Ha).
Saudara Sekalian, adapun lokasi kegiatan IMPLI adalah Provinsi Riau (Cagar Alam Giam Siak Kecil & Bukit Batu), Provinsi Jambi (Taman Nasional Berbak) dan Provinsi Sumatera Selatan (Taman Nasional Sembilang). Sementara itu, lokasi IMPLI di Provinsi Riau berada pada KHG Sungai Rokan – Sungai Siak Kecil, dan KHG Sungai Siak Kecil-Sungai Siak, dengan karakteristik sebagai berikut:
Kawasan SM Giam Siak Kecil sebesar 87,46 persen adalah gambut, Kawasan SM Bukit batu sebesar 87,20 persen adalah gambut, Kawasan tersebut didominasi oleh gambut dalam (>3 m), pada dua kawasan ini adalah cagar biosfer (areal inti, penyangga, dan transisi). Tantangan pada dua kawasan ini adalah kanalisasi, kebakaran hutan, okupasi dan konversi, penebangan liar.
Di dalam landscape GSK-BB terdapat tasik yang mempunyai fungsi ekonomi bagi masyarakat sekitar karena merupakan sumber ikan untuk dikonsumsi. Jumlah sungai yang telah diberi nama di GSK-BB sebanyak 156 sungai yang berada pada 5 SUB DAS dan tiga Kawasan Hidrologi Gambut (KHG) serta menyimpan sekitar 59.000 ton cadangan karbon.

Gambut di landscape GSK-BB terutama di bagian timur Suaka Margasatwa GSK-BB mempunyai bentuk klasik yaitu kubah (dome) yang lebih dalam pada bagian tengah dan lebih dangkal pada bagian pinggirnya. Bentuk kubah ini sangat berarti untuk tendon air (aquifer) terutama di musim kemarau karena di musim kemarau kemampuan gambut menyerap air tergantung pada ketebalan, kualitas dan densitasnya.
Bagian selatan dari kawasan ini terdapat kegiatan okupasi dengan cara mengkonversi menjadi kebun sawit.
Secara umum konversi di daerah Bukit Batu lebih aman. Ada zona khusus aktivitas masyarakat yakni kebun karet, di dalam kawasan GSK bahkan terdapat 1 kampung yang menjadi bagian dari desa di dalam kawasan dan keberadaannya sudah jauh lebih lama sebelum kawasan ditetapkan.
Aktivitas penebangan liar rata-rata berada pada lokasi bergambut dan ini menjadi tantangan. Dari hasil identifikasi yang pernah dilakukan pelaku berasal dari luar kawasan desa sekitar. Upaya untuk meminimalisir dari tekanan adalah dengan membuat masyarakat tidak terlalu tergantung pada kawasan ini.
Kegiatan internal sudah banyak dilakukan seperti pemantauan, perlindungan kawasan, penyusunan dokumen perencanaan kawasan, pemberdayaan masyarakat, pemulihan ekosistem serta menggali potensi kawasan.
Hadirin Sekalian, adapun sasaran kegiatan IMPLI yang dilakukan di Provinsi Riau adalah memperkuat sistem pengelolaan berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, pengurangan emisi GRK dan peningkatan mata pencaharaian masyarakat pedesaan di lahan gambut.
Upaya pencapaian tujuan dan sasaran dilakukan melalui kegiatan pengembangan kapasitas dalam pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan; Pengurangan degradasi lahan gambut, kebakaran dan emisi GRK; Penerapan praktik terbaik (best practices) untuk pengelolaan lahan gambut terpadu dan berkelanjutan lahan gambut, melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta dan masyarakat lokal; Peningkatan aktivitas usaha masyarakat.
Bapak, Ibu yang Kami Hormati, kegiatan peningkatan aktivitas usaha masyarakat yang diakomodir pada saat Rapat Koordinasi Penyusunan RKM adalah; Pengembangan Pengolahan nenas, dan jahe. Sehubungan dengan itu, kegiatan ini akan dilaksanakan di sekolah di desa/kampung intervensi IMPLI di Provinsi Riau, dengan judul kegiatan “Keterampilan Terjual dalam Rangka Mendukung P-5 dan Ketahanan serta Keamanan Pangan Berbasis Lokal”.
Kegiatan ini akan kita selaraskan dengan kegiatan Pendidikan Lingkungan yang telah dilaksanakan tahun 2024 yakni “Pengkayaan Informasi Belajar (P-5) di Desa Intervensi”, dan kegiatan “Ayo Menanam Pendidikan Lingkungan Hidup pada Generasi Muda”.
Kegiatan tersebut juga akan diselaras dan dipadupadankan dengan kegiatan tahun 2025 yakni; Percontohan Kebun Koleksi Sekolah.
Saudara Sekalian, untuk itulah kita berkumpul di sini untuk melaksanakan Kegiatan “Pelatihan Keterampilan Terjual dalam Rangka Mendukung P-5 dan Ketahanan serta Keamanan Pangan Berbasis Lokal”. Harapan kami, agar peserta berlatih sesungguhnya, sehingga keterampilan terjual ini dapat diserap secara optimal, dan keterampilan terjual tersebut dapat DITULARKAN kepada anak didik kita di sekolah, sehingga dengan keterampilan terjual tersebut Peserta Belajar kita dapat memanfaatkannya untuk meraih masa depan yang baik.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga pelatihan ini menghasilkan yang maksimal sebagaimana yang kita harapkan, untuk itu sebelum kita berdiskusi, terlebih dahulu mari kita maknai Tunjuk Ajar dan Petatah Petitih Orang tua kita dulu.
“Sebelum melangkah baca bismillah, Subuh ke Masjid, Bawalah Sajadah, Semoga Pelatihan ini ada berhikmah Dunia Akhirat dapatlah berkah. Dengan mengucapkan bismillahirokhmanirrokhim
acara, Pelatihan Keterampilan Terjual dalam rangka Mendukung P-5 dan Ketahanan Pangan serta Keamanan Pangan Berbasis Lokal, secara resmi saya buka. Wabillahi taufik wal hidayah Assalamualaikum Warohmatullohi wabarokatuh,” jelasnya. (Yusuf)