Disuplay PT Sambu Group, Begini Respon Gubernur Riau Terkait PHK Terbanyak Kedua Urutan se Indonesia
DERAKPOST.COM – Berdasar dari datanya Kementerian Ketenagakerjaan, menyebut bahwa Provinsi Riau ini merupakan urutan kedua terbanyak setelah Jawa Tengah, hal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), hingga di bulan Februari 2025 ini.
Bahkan sebagaimana disampaikan Kepala Disnakertrans Riau Boby Rachmat, bahwa ada PHK massal di PT Sambu Group yang jadi kontributor utama. Artinya ini sebagian besar kasus PHK tersebut tercatat berasal sektor industri pengolahan kelapa di Inhil. Seperti halnya pada PT Sambu Group.
Terkait ini, dikonfirmasi kepada Gubernur Riau Abdul Wahid menanggapi kabar PHK ribuan pekerja dari PT Pulau Sambu atau Sambu Group ini menegaskan, bahwa hal
permasalahan bukan hanya disebabkanya oleh penurunan ekspor, melainkan karena berkurang akan ketersediaan bahan baku kelapa.
“Setelah saya cek ke lapangan. Hal terjadi PHK di PT Pulau Sambu atau Sambu Group ini bukanya semata-mata karena pengaruh ekspor, tapi produksi buah kelapa itu yang menurun,” sebut Wahid Selasa (8/4/2025). Wahid menjelaskan, biasanya perusahaan tersebut dalam 1 hektare bisa mehasilkan sekitar 10 ribu butir kelapa per panen, tapi sekarang hanya 4-5 ribu saja.
Artinya ini ungkap Ketua DPW PKB Provinsi Riau, bahwa ada penurunanya yang hampir 50 persen. Menurutnya, bahwa penurunan produksi disebabkan berbagai faktor, salah satunya usia pohon kelapa rakyat itu sudah tua. Karena banyak kebun kelapa itu belum diremajakan meski pohon telah berusia 30 hingga 40 tahun.
Selain itu, katanya, tata kelola kebun yang masih tradisional serta perubahan kondisi alam ini juga turut pengaruhi produktivitas. “Paling penting adalah mengajak tetap jual kelapa dalam negeri agar nanti tidak terjadi PHK besar-besaran,” ujarnya. Dalam hal ini, Wahid menegaskan bahwa PHK yang skala besar terjadi di PT Pulau Sambu. (Dairul)