Bila Gunakan Standar Bank Dunia, Maka Penduduk Miskin di Indonesia Inipun 40 Persen

0 200

 

DERAKPOST.COM – World Bank (Bank Dunia) ini, telah merivisi standar garis kemiskinan menjadi penduduk dengan penghasilan kurang dari USD 3,20 per hari. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menolak menggunakan standar Bank Dunia tersebut.

Dikutip dari Liputan6.com, Sri Mulyani mengatakan, bila menggunakan standar Bank Dunia, maka jumlah penduduk miskin di Indonesia akan membengkak jadi 40 persen.

“Ibu Satu Kahkonen (Country Director World Bank Indonesia), Anda dapat mengurangi tingkat kemiskinan ekstrem menjadi nol (0), tapi angka kemiskinan Anda USD 1,9. Ketika dinaikkan menjadi USD 3, mendadak 40 persen orang (Indonesia) menjadi miskin,” ungkapnya dalam acara acara World Bank di kawasan SCBD, Jakarta Selatan,

Pemerintah Indonesia sudah masih menetapkan kelompok penduduk miskin dengan pendapatan di bawah USD 1,90. Sri Mulyani mengingatkan jika kondisi geografis dan ekonomi antar wilayah Indonesia berbeda-beda. Sebagai contoh, saat mudik lebaran Idul Fitri 2023 harga makanan di kampung halamannya, Semarang, berbeda jauh dengan ibu kota Jakarta.

“Saya ke Semarang, berkeliling menikmati restoran lokal harganya murah-murah. Semarang ini juga kota besar. Jika Anda turun (berkunjung) ke daerah yang lebih rendah, Anda banyak menemukan harga makanan yang jauh lebih murah,” bebernya.

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus menekan angka kemiskinan di Tanah Air. Dia optimis angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan menjadi nol pada 2024 nanti. Dan berharap pada akhir 2024 upaya menghapus garis kemiskinan dapat tercapai. **Rul

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.