DERAKPOST.COM – Sejumlah dari kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengatasnamakan Forum Penyelamat PPP DPC Pelalawan ini, menggeruduk Kantor DPW PPP di Pekanbaru, Kamis (26/1/2023). Aksi ini, mempertanyakan terkait kekisruhan yang terjadi di tubuh DPC PPP Pelalawan.
Untuk diketahui Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Kabupaten Pelalawan berakhir deadlock. Dua figur mencuat pada waktu itu sebagai Calon Ketua pertama adalah Junaidi Purba merupa incumbent dan satu lagi Yose Indrawan. Pemicu lantaran terjadi pengurus ganda yang terutama terhadap calon memiliki suara untuk memilih.
Hingga akhirnya, Muscab dipending dan diambil alih DPP. Kemudian seketika itu, juga menerbitkan Surat Keputusan (SK) dari kepengurusan DPC PPP Pelalawan periode 2021-2026. Didalam SK nomor: 0398/SK/DPP/C/XII/2021 memutuskan tentang, pengesahan kepengurusan DPC PPP Kabupaten Pelalawan masa bakti 2021-2026, diamanahkan kepada Yose Indrawan sebagai ketua.
Dalam aksi Koordinator Lapangan Aksi, Dedi Azwandi mengatakan, bahwa aksi mereka adalah buntut kekisruhan yang ada di DPC PPP Pelalawan. “Kami ingin suarakan hak kami ini sudah dirampas. Hal yang membesarkan partai ini bukan DPW tapi DPC. Kami minta kembalikan kepemimpinan DPC Pelalawan sesuai SK tahun 2021. Dan usut tuntas oknum yang bermain,” kata Dedi.
Dedi mengatakan, bahwa sebenarnya, SK dari DPP itu turun ke bawah adalah Junaidi, namun sampai di DPC adalah nama Yose. Ini sambungnya, merupa penyelewengan. Maka aksi sampaikan tuntutan ini, ingin dikembalikan SK DPC ini ke Junaidi. Dalam ini begitu liciknya permainan oknum partai.
“Kita juga baru tahu ini, begitu liciknya ini, makanya kami meminta Mahkamah Partai itu bisa berlaku adil. Kami minta Ketum DPP PPP agar mengusut tuntas oknum-oknum yang bermain di DPW,” tukasnya. Pendemo juga pertanyakan kepemimpinan Ketua DPW Syamsurizal, dan meminta Syamsurizal mundur.
Sementara itu, Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPW PPP Riau, Dedi Putra menjumpai massa mengatakan, bahwa pihaknya akan meneruskan aspirasi dari kader tersebut. Dalam aksi, Dedi menyinggung beberapa kader ini membawa sejumlah spanduk.
“Ketum Mardiono we love you, itu tentu bagus. Kemudian tuntaskan kisruh PPP, itu bagus, tetapi dibawah tulisannya itu ‘atau kami kudeta’ itu jangan. Kemudian apalagi tu, ‘Syamsurizal mundur atau PPP hancur’, itu jangan, kita selesaikan secara baik-baik. Kita inikan ingin PPP semakin baik,” kata Dedi di hadapan massa.
Kesempatan itu Dedi Putra mengatakan, bahwa pada dasarnya yang dituntut dari massa aksi adalah SK yang dikeluarkan oleh DPP. Karena diketahui di DPW pada dasarnya tidak mengeluarkan SK, SK itu dikeluarkan oleh DPP. DPW meneruskan juga menyampaikan hasil rekomendasi. Karena saat itu Muscab deadlock, yang dikeluarkan DPP ini keputusan bersama waktu itu.
Dengan adanya tuntutan hari ini, kata Dedi Putra, pihaknya mencoba pelajari dimana letak miskomunikasinya. Dan pihaknya akan mengembalikan kembali ke DPP. “Tentu, kita akan lakukan rapat bersama dengan para pengurus lainya. Tapi sampai saat ini, SK DPP itu masih berlaku dengan Yose itu sebagai ketua DPC. Itu adalah keputusan DPP,” sebut Dedi Putra. **Rul