Kabar Baik Buat Petani Sawit, Harga CPO Diperkirakan Makin Menggeliat

0 151

 

DERAKPOST.COM – Semua orang yang bergelut di dunia perkebunan kelapa sawit pasti tahu apa yang terjadi kalau harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menguat. Kemungkinan besar harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi petani pasti terkerek naik.

Tampaknya hal inilah yang bakal terjadi dan dialami oleh para petani sawit beberapa waktu ke depan. Begini dasarnya. Sejumlah pihak, terutama para trader, di luar negeri memerkirakan kalau harga CPO bakal semakin berotot.

InfoSAWIT (grup jaringan  InfoSAWIT
SUMATERA) melansir kabar dari media online internasional, Reuters, Selasa (25/10/2022), yang menyebutkan kalau harga CPO diprediksi bakal menguat.

Ada sejumlah penyebabnya. BPDPKS Berharap Bahan Baku Bensa dari Kebun Sawit Rakyat

Pertama, negara-negara produsen sawit utama seperti Indonesia dan Malaysia saat ini sedang memasuki musim penghujan. Tentu saja situasi ini bakal memengaruhi dan membatasi tingkat produksi CPO.

Proses panen buah sawit, termasuk yang akan disuplai petani ke pihak ketiga atau langsung ke pabrik kelapa sawit (PKS) bakal terkendala.

Ada Apa dengan Hasil Tender Harga CPO Periode 24 Oktober 2022?

Padahal di saat yang sama, di berbagai belahan dunia permintaan minyak sawit akan meningkat untuk penggunaan dalam produksi makanan dan bahan bakar nabati.

Tercatat harga CPO telah meningkat sekitar seperlima bulan ini.

Tetapi harga itu masih diperdagangkan jauh di bawah level tertinggi dibandingkan harga CPO pada Maret 2022 lalu.

Kementerian ESDM Berharap Bahan Bakar Sawit Dinikmati Petani

Penyebab kedua, lonjakan harga CPO ini diperkirakan akan menambah beban negara-negara konsumen minyak sawit yang sudah terkena inflasi akibat dipicu oleh perang Rusia-Ukraina.

Namun, beban bagi negara -negara konsumen justru menjadi berkah bagi negara-negara produsen sawit.

Sebab, nilai ekspor minyak sawit yang tinggi dan di saat yang sama, produksi yang rendah akan membantu produsen minyak sawit utama, seperti Indonesia dan Malaysia, untuk menurunkan persediaan.

Demi Sawit, India Bangun Mega Proyek Irigasi

Para trader minyak sawit bilang pengiriman CPO ke India di bulan November 2022 ditawarkan dengan harga US$ 976 per ton.

Harga itu, kata para trader di Reuters, sudah termasuk biaya lainnya, asuransi, dan pengiriman.

Lantas, pengiriman CPO di bulan Januari 2023 ditawarkan US$ 1.010 per ton.

BPDPKS Siap Bantu Kembangkan Potensi Sawit, dari Hulu ke Hilir

“Tapi harga bisa bergerak di atas US$ 1.100 per ton jika Indonesia memutuskan untuk mengembalikan kebijakan pungutan ekspor atau PE CPO. Dan kebijakan itu sangat mungkin terjadi,” kata pihak perusahaan perdagangan global yang berbasis di Mumbai.

Terlepas dari adanya kenaikan harga CPO sepanjang Oktober, disebutkan kalau harga minyak sawit diperdagangkan di kisaran US$ 400 per ton.

Nilai itu masih di bawah harga minyak kedelai, tetapi masih tertinggi dalam satu dekade.

Ekonom Ini Tuding Pemerintah Lebih Suka CPO untuk Biodiesel Ketimbang Pangan

Minyak kedelai mentah untuk pengiriman November di India ditetapkan pada US$1.405 per ton.

“Penyebaran antara minyak sawit dan kedelai sangat besar dan tidak berkelanjutan,” kata Direktur Pelaksana Gemini Edibles Dan Fats India Pvt. Ltd, Pradeep Chowdhry, dari sebuah perusahaan importir India terkemuka.

Lebih lanjut, kata Pradeep Chowdhry, bisa jadi permintaan beralih ke minyak sawit dari minyak nabati lainnya.

Tahun 2022 Belum Berakhir, tapi BUMN Perkebunan Ini Sudah Cuan Triliunan Rupiah

“Itu sangat mungkin akibatnya harga minyak sawit akan bergerak lebih tinggi,” tegas Pradeep Chowdhry.. **Rul

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.