DERAKPOST.COM – Diketahui dari data sementara Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, untuk jumlah total pegawai tenaga honorer di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebanyak 19.640 orang, diduga ada terselip 500 tenaga honorer fiktif.
Untuk halnya gaji mereka Rp2 juta per bulan maka uang negara hilang sekitar Rp1 miliar per bulannya. Artinya jikalau dikalikan satu tahun, makanya itu total Rp12 miliar APBD Riau yangbhilang per tahunnya. Sehingga juga memunculkan pertanyaan uangnya kemana?.
Kalangan akademisi menyebut, kasus dugaan adanya sebanyak 500 tenaga honorer fiktif di lingkung Pemprov Riau. Yang hingga disaat sekarang diduga itu tenaga honorer fiktif masih terima gaji, sementara keberadaanta mereka itu tak ada memiliki ujung yang jelas,
“Yang hingga disaat sekarang diduga itu tenaga honorer fiktif masih tetap terima gaji. Sementara keberadaan mereka itu tidak memiliki ujung yang jelas. Artinya, gaji fiktif itu, yang bisa disebut sebagai kejahatanya pemerintahan harus diusut tuntas,” kata Rawa El Amady.
Pengamat Kebijakan Publik ini tegaskan bahwa, dari jumlah itu, diduga terdapat lebih kurang 500 honorer fiktif dimana terdapat nama, namun orangnya tidak bekerja. Ini tidak hanya mencerminkan lemah pengawasan terhadap anggaran di Pemprov Provinsi Riau ini.
“500 honorer fiktif tersebut, diduga ada oknum pejabat yang terlibat. Kasusnya dari pelaku honorer siluman ini, harus diadili seberat-beratnya. Sehingga, yang sudah saatnya, ttim bentukan Pemprov Riau harus bekerja untuk mengungkap fakta di lapangan,” ungkapnya. **Rul