DERAKPOST.COM – Meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, di Kabupaten Pelalawan. Maka disikapi oleh pemerintah dengan lahan seluas 25 hektare, untuk hal hadirkannya Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang menggabungkan pada jenjang pendidikan SMP hingga SMA di Kabupaten Pelalawan.
Hal itu, sebagaimana disampaikan Bupati Pelalawan Zukri kepada wartawan. Terang dia, akan perjuangkan SNT tersebut sudah melakukan halnya audiensi pada Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Informasi tersebut katanya, disampaikan Kadis Kominfo Faisal S. STP diruang kerjanya, Kamis(5/11/2026) lalu. Dimana didalam pertemuan itu, Bupati Zukri secara langsung menyampaikan halnya kesiapan Pemkab Pelalawan untuk mendukung dari program prioritas nasional tersebut. Pihak pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 25 hektare sebagai bentuk daripada keseriusan agar pembangunan sekolah tersebut dapat segera direalisasikan.
Dari total lahan yang disiapkan, sekitar 15 hektare direncanakan untuk pembangunan kawasan sekolah. Lokasinya yang berada di Jalan Lintas Timur, yang dinilai cukup strategis karena mudah dijangkau dari ibu kota kabupaten maupun berbagai kecamatan di Pelalawan.
Menurut Zukri, keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya diharapkan tidak hanya dinikmati anak-anak yang tinggal di Pangkalan Kerinci, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa berprestasi dari seluruh kecamatan untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
“Kami berharap pembangunan sekolah ini dapat segera terwujud di Kabupaten Pelalawan. Pemerintah daerah siap memenuhi berbagai persyaratan dan melengkapi hal-hal yang masih diperlukan agar prosesnya dapat berjalan lebih cepat,” harap Zukri. Ia menjelaskan, lahan yang dipersiapkan merupakan aset negara yang sebelumnya dikelola Pertamina.
Untuk mendukung rencana pembangunan tersebut, Pemkab Pelalawan juga telah mengupayakan proses administrasi melalui Kementerian Keuangan agar pemanfaatan aset negara itu dapat dialihkan bagi kepentingan pendidikan. Tak hanya memperjuangkan ketersediaan lahan, dalam audiensi tersebut Bupati Zukri turut meminta penjelasan mengenai kapasitas penerimaan siswa untuk jenjang SMP dan SMA, kebutuhan ruang belajar, serta dukungan keberadaan sekolah dasar di sekitar kawasan pembangunan.
Hal ini dinilai penting agar pemerintah daerah dapat melakukan pemetaan potensi peserta didik sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung sebelum pembangunan direalisasikan. Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI menjelaskan, Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas pemerataan pendidikan berkualitas melalui pengembangan sekolah yang mengintegrasikan jenjang SMP hingga SMA.
Sekolah ini nantinya mengedepankan sistem pembelajaran STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports), pengembangan keterampilan hidup (life skill), penyediaan fasilitas pembelajaran modern, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Pemerintah pusat sendiri menargetkan penyediaan 500 layanan SNT yang secara bertahap hingga 2029.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau menyampaikan bahwa seluruh kabupaten/kota di Riau telah menyatakan kesiapan mendukung program tersebut. Saat ini, kesiapan lahan dan proses administrasi terus dikoordinasikan. Audiensi ini merupakan tindak lanjut surat Kepala BPMP Provinsi Riau Nomor 1097/C6.8/DM.00.02/2026 tertanggal 28 Oktober 2026 tentang permohonan audiensi kepala daerah se-Provinsi Riau.
Pemkab Pelalawan berharap, kesiapan lahan dan dukungan pemerintah daerah dapat menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan SNT di Pelalawan. Jikalau terwujud, kehadiran sekolah itu diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Pelalawan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. (Ajomarbun)