Oalah… Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Magelang Sepi Pembeli, Omzet Cuma Rp200.000 per Hari

0 52

DERAKPOST.COM – Sejak beroperasi pada 11 Juni 2026, koperasi menjajakan produk rumah tangga itu hanya berhasil mendapat omzet tertinggi Rp1 juta per hari. Tapi, saat ini Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kesulitan menjaring pembeli.

Seperti hal pengakuan Manajer Koperasi Merah Putih Desa Tanjung, Jamilatul Makrifah, kepada wartawan. Dikatakan dia, memang pihaknya belum gencar untuk promo. Rifa, sapaan Makrifah, bertugas sebagai manajer baru pada 1 Oktober lalu. Selama dua pekan dia bekerja, perolehan omzet harian paling tinggi cuma sebesar Rp500 ribu

Dikutip dari laman Kompas. Katanya, sejak dirinya bertugas, omzet masih fluktuatif. Masih di Rp200 ribuan per hari. Menurut dia, produk yang paling laku di koperasinya elpiji 3 kilogram dan Minyakita. Rifa bilang stok elpiji hanya bertahan maksimal dua hari. Padahal, Koperasi Merah Putih Desa Tanjung hanya mendapat jatah 25 tabung per bulan.

Tanggapan Wamenkop Farida Farichah 

Menanggapi kondisi transaksi Koperasi Merah Putih Desa Tanjung, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan Kementerian Koperasi tidak menetapkan target omzet bagi koperasi desa/kelurahan merah putih. Namun, Kemenkop tetap menuntut ada pertumbuhan pendapatan secara bertahap.

“Karena masih tahap awal, kami tidak menarget (omzet secara) pasti. Tapi, kami memastikan setiap hari, setiap bulan ada partumbuhan,” jelasnya. Di kesempatan tersebut, Farida mengaku mengunjungi enam koperasi merah putih di Kabupaten Magelang. Di sejumlah koperasi, dia bilang, ada perolehan omzet mencapai Rp 1 juta per hari, tanpa menyebut lokasi koperasi.

Strategi Promosi Koperasi lewat Komunitas Warga

Menurut Farida, setiap koperasi merah putih memiliki potensi unggulannya masing-masing. Yang menjadi tugas manajer koperasi, lanjut dia, ialah mempromosikan keberadaan koperasi kepada warga desa atau kelurahan setempat. Promosi bisa dilakukan dengan menggandeng kelompok seperti pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan kelompok pengajian.

“Ada juga komunitas senam, itu menjadi tempat yang efektif untuk sosialisasikan koperasi desa merah putih kepada masyarakat,” cetus Farida. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menyatakan kalau barang-barang di koperasi merah putih akan terus ditambah dengan pertimbang permintaan masyarakat. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.