Perkumpulan Masyarakat Siak Soroti Kinerja BSP, Banyak Jabatan Diisi Karena Nepotisme

0 74

DERAKPOST.COM – Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Siak, Said Usman Abdullah, menilai kinerja jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bumi Siak Pusako (BSP) belum maksimal dalam menggali potensi pendapatan asli daerah.

Menurutnya, BSP merupakan salah satu satu tulang punggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dalam hal pendapatan. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi, harusnya diisi oleh orang-orang memang ahli di bidangnya.

Apalagi saat ini BSP sudah mendapat peringatan dari SKK Migas terkait kerjasama yang sedang berlangsung. Pasalnya, SKK Migas menargetkan adanya penambahan sumur baru untuk produksi oleh BSP.

Namun upaya peningkatan produksi tersebut belum tercapai sesuai target. Hal itu diduga kuat karena BSP dikelola oleh orang-orang yang dinilai tidak ahli di bidangnya.

Target pengeboran dan produksi sumur minyak ini berimplikasi pada evaluasi Laporan Kontrak Kerja Sama 2027 dan terancam dihentikannya status PT BSP sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) oleh SKK Migas.

Melihat kondisi itu, Said Usman, meminta agar Pemkab Siak mengevaluasi kinerja direksi dan komisaris BSP tersebut. Menurutnya, jabatan-jabatan strategis di BSP tersebut harus diisi oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya.

Akan tetapi yang terjadi saat ini adalah adanya praktik bagi-bagi jabatan kepada orang-orang terdekat dan juga tim sukses kepala daerah. Banyak jabatan di BSP diisi oleh orang-orang yang ada kedekatan dan bahkan hubungan keluarga dengan pejabat tertentu.

“Kita tidak ingin BSP ini sebagai penopang PAD Kabupaten Siak kontrak kerjasamanya hilang karena tidak dikelola oleh orang-orang yang kompeten. Jangan sampai SKK Migas memutus kontrak kerjasama ini, kita tidak ingin itu,” ujar Said di Pekanbaru.

Karena itu, pihaknya meminta Bupati Siak untuk mengevaluasi orang-orang yang dinilai mendapat jabatan di BSP karena ada unsur hubungan keluarga dan kedekatan. Ia menegaskan bahwa mereka yang menjabat di BSP saat ini masuk karena nepotisme.

“Kita minta bupati membersihkan orang-orang yang duduk di BSP terkesan masuk karena adanya nepotisme. Banyak orang-orang yang duduk karena adanya kedekatan dengan bupati dan juga komisaris,” sebutnya.

Ia menegaskan, jika BUMD Siak ini ingin maju, maka harus diisi oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya. Jangan menempatkan orang tidak sesuai dengan keahlian dan kemampuannya.

Di sisi lain, dirinya juga mempertanyakan upaya Pemkab Siak terkait target kerjasama BSP yang diharapkan oleh SKK Migas. Sejauh mana kesiapan Siak beserta BUMD-nya ini menyikapi target kerjasama yang diberikan SKK Migas.

“Kita minta kepala daerah menyampaikan ke publik progres apa yang sudah dilakukan untuk mempertahankan BSP. Jangan sampai aset Siak hilang karena tata kelola yang tidak baik. Makanya kita tekankan agar pengelolaan BSP dilakukan oleh orang-orang yang kompeten,” ujarnya. (Redaksi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.