Pemprov Riau dan Jasa Raharja Perkuat Pemetaan Titik Rawan Kecelakaan Lalulintas

0 59

DERAKPOST.COM – Upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui pemetaan titik rawan dan juga penentuan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi. Hal demikian jadi perhatian Pemprov Riau dengan PT Jasa Raharja.

Hal itu sebagaimana yang dibahas dalam audiensi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang bersama Direktur Keuangan PT Jasa Raharja Dwi Ary Purnomo, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Riau, Kamis (8/10/2026).

SF Hariyanto menegaskan penanganan kecelakaan tidak boleh hanya dilakukan setelah peristiwa terjadi. Pemerintah bersama pemangku kepentingan perlu lebih dahulu mengidentifikasi lokasi yang memiliki risiko tinggi dan menentukan intervensi yang tepat untuk mengurangi potensi kecelakaan.

“Kita jangan hanya menunggu kecelakaan terjadi kemudian memberikan penanganan, tetapi harus lebih dulu melihat di mana titik-titik yang memiliki risiko tinggi. Setelah titik tersebut dipetakan, kita tentukan bersama treatment apa yang paling tepat untuk mengurangi potensi kecelakaan,” tegasnya.

Menurut SF, penanganan titik rawan membutuhkan kerja sama lintas sektor karena keselamatan lalu lintas berkaitan dengan berbagai aspek. Selain penanganan terhadap lokasi berisiko, edukasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas.

“Penanganan titik rawan ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja karena persoalannya cukup kompleks. Sosialisasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar kesadaran untuk tertib, disiplin, dan menjaga keselamatan saat berkendara semakin baik,” tuturnya.

Sementara itu, Dwi Ary Purnomo mengatakan Jasa Raharja telah memiliki sejumlah gambaran mengenai lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian lebih. Pemetaan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan bersama Kepolisian dan Pemerintah Provinsi Riau untuk menentukan langkah penanganan.

“Kami sudah memiliki beberapa gambaran mengenai titik yang kami pandang cukup urgen untuk dipetakan dan dicari solusinya. Namun, langkah selanjutnya tentu perlu dibicarakan bersama Kapolda dan Pemerintah Provinsi Riau agar penanganannya benar-benar tepat,” ujarnya.

Dwi mengungkapkan peningkatan jumlah korban kecelakaan menunjukkan perlunya langkah pencegahan yang lebih serius dan terintegrasi. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah korban kecelakaan pada 2025 sekitar 2.800 orang, sementara pada 2026 telah mendekati 4.000 korban.

“Jumlah korban pada 2025 sekitar 2.800 orang, sementara sekarang sudah mendekati 4.000 korban dan sekitar 19 persen di antaranya berada pada usia muda. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami karena kalau tidak segera ditekan, risikonya bisa semakin besar,” ucapnya.

Ia menegaskan Jasa Raharja siap mendukung upaya Pemerintah Provinsi Riau dan Kepolisian Daerah Riau dalam menekan angka kecelakaan. Dukungan tersebut diarahkan pada berbagai langkah pencegahan, termasuk pemetaan titik rawan dan edukasi masyarakat.

“Kami akan mendukung semaksimal mungkin upaya Kepolisian Daerah dan Pemerintah Provinsi Riau untuk mereduksi kecelakaan. Dengan segala kemampuan yang kami miliki, kami ingin bersama-sama menciptakan ketertiban lalu lintas yang lebih baik ke depan,” tutupnya.  (Irsyad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.