Memprihatin Kondisi Kelas Jauh SDN 007 Sungai Agung di Hamparan Kebun Sawit, Helmi: Pemkab Kampar akan Bangun

0 55

DERAKPOST.COM – Menindaklanjuti yang beredar, halnya kondisi sekolah kelas jauh, yaitu SDN 007 di Desa Sungai Agung, yang di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Maka kini, disikapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan rencana pembangunan ruang belajar baru.

Sebagaimana hal, kini viral di Media Sosila. Diketahui, akan kondisinya sekolah jauh ini memprihatinkan dan jadi perhatian. Karena berdinding triplek. Selain itu, dibalik kondisi bangunannya, akses menuju ke sekolah itu juga menjadi tantanganya tersendiri. Untuk mencapai sekolah dari Kota Bangkinang itu membutuhkannya perjalanan waktu sekitar dua jam.

Yang nanti setibanya di daerah Desa Kusau Makmur, perjalananya masih harus dilanjut menuju lokasi sekolah yang berada Dusun IV Gunung Sejati, Desa Sungai Agung. Dan, akses menuju ke sekolah didominasi jalan tanah. Itu sepanjang perjalanan, hamparan perkebunan kelapa sawit terlihat di sisi kiri dan kanan jalan. Kondisi jalan itu membuat kesulitan.

Perjalanan menuju sekolah tersebut, tidak mudah, terutama ketika kondisi jalan yang kurang bersahabat. Jalur tersebut menjadi akses harus dilalui untuk mencapai tujuan sekolah berada di tengah kawasan kelapa sawit. Di lokasi, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung. Anak-anak di kawasan itu, gunakan sekolah sebagai untuk dapat pendidikan.

Menyikapi kondisi bangunan sekolah yang gunakan dinding triplek tersebut, maka kini Pemkab Kampar bergerak dengan rencana pembangunan ruang belajar baru. Dimana, hari Kamis (24/9/2026) itu, yang diketahui Plt Kadisdikpora Kampar Helmi ini tampat ke lokasi dengan mendampingi konsultan mengukur lahanya sekolah kelas jauh SDN 007, tersebut.

Helmi langsung turun ke lapangan dengan membawa konsultan untuk melihat kondisi sekolah, sekaligus melakukan pengukuran lahan. Hal peninjauan dan juga pengukuran tersebut tampak serta guru Rohmawati itu, melakukan pengukuran lahan yang dihibah untuk kepentingan pembangunan fasilitas sekolah. Lahan itu, dihibah seluas sekitar
setengah hektar.

Helmi mengatakan, Pemkab Kampar akan merencanakan untuk pembangunan ruang belajar baru di atas lahan yang dihibahkan tersebut, yang nantinya bisa digunakannya mendukung kebutuhanya aktivitas sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kelas jauh SDN 007 Desa Sungai Agung.”Saat ini, baru tahapan pengukuran oleh konsultan,” ungkap Helmi.

Katanya, hal pengukuran dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal sebelum dilanjut pembangunan. Konsultan turun langsung untuk mengukur lahan sekaligus halnya ini memastikan kebutuhan ruang belajar yang akan dibangun. Helmi mengatakan, bahwa pihaknya tidak ingin menunda-nunda untuk tindak lanjut terhadap kondisi dari sekolah kelas jauh ini.

“Disdikpora Kampar langsung mengambil langkah dengan gerak cepat turun. Untuk meninjau lapangan, dan serta membawa konsultan untuk melakukan pengukuran. Konsultan itu untuk mengukur lahan dan mengukur pembuatan ruang belajar baru. Pembangunan ruang baru menggunakan dana APBD-P 2026. Semoga ini terwujud,” ungkap Helmi.

Menurut Helmi, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan tersebut sebelumnya itu diketahui sudah dihibahkan. Maka pada status lahan telah tersedia tersebut, lanjut hal proses persiapan pembangunan dapat segera dilakukan, termasuk pengukuranya dan penyusunan kebutuhan pembangunan.
Rencana pembangunan ruang belajar baru di APBD-P 2026.

Sekolah kelas jauh SDN 007 Desa Sungai Agung itu, sebelumnya menjadi perhatian setelah hal kondisi sekolah tersebut viral. Kondisi itu, kemudian mendapat respons dari pemerintah daerah melalui Disdikpora Kampar. Tentu dengan adanya lahan yang telah dihibahkan dan dukungan anggaran melalui APBD-P 2026, pembangunan bisa itu direalisasikan. (RajaIrwin)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.