Waduh….. 65 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan Kepolisian Masuk Bengkalis

0 61

DERAKPOST.COM – Polres Bengkalis saat ini, menggagalkan halnya penyelundupan narkotika asal Malaysia. Hal itu, diketahui ada kapal bermuatan
sabu hendak dibawa dari perairan menuju daratan.

Tim gabungan Polsek Bantan dan Satresnarkoba Polres Bengkalis menggagalkan penyelundupan narkotika asal Malaysia tersebut di wilayah Kecamatan Bantan. Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat tentang rencana pengiriman sabu melalui jalur laut menuju daratan Bengkalis.

Petugas kemudian menyergap Mitsubishi L300 bernomor polisi BM 8955 BN di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Bantan. Mobil yang dikemudikan pria berinisial S itu ternyata bukan membawa ikan atau barang dagangan biasa.

Empat karung di dalamnya berisi 65 bungkus yang diduga sabu dengan total berat 65 kilogram. Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan S bersama barang bukti langsung diamankan ke Mapolsek Bantan untuk pemeriksaan dan pengembangan kasus.

Dari penangkapan itu, polisi mengendus jejak lain. Dua pria berinisial ST dan P ditangkap di lokasi berbeda. Keduanya diduga berperan membawa karung berisi sabu dari laut menuju daratan menggunakan kapal motor nelayan.

Ironisnya, laut yang menjadi nadi kehidupan masyarakat pesisir hendak pula dijadikan jalur “ekspres” untuk barang haram. Kapal nelayan yang semestinya membawa rezeki, diduga dimanfaatkan untuk mengantar petaka.

Pengembangan kemudian membawa polisi ke sebuah ruko dua lantai di Jalan Kelapapati, Kecamatan Bengkalis. Di sana ditemukan sejumlah tas hitam, kantong plastik dan karung yang diduga berkaitan dengan pengemasan narkotika.

Dalam operasi tersebut, polisi turut mengamankan satu unit pikap, sepeda motor, kapal motor dan tiga telepon seluler. Seluruh barang bukti kini disita untuk kepentingan penyidikan.

Fahrian menegaskan pengungkapan tersebut belum berhenti pada tiga orang yang diamankan. Polisi masih memburu jejak jaringan internasional yang diduga berada di balik pengiriman sabu dari Malaysia itu.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan sinergi antarjajaran sangat penting dalam mengungkap serta memutus mata rantai peredaran narkotika,” kata Fahrian.

Pemeriksaan awal menunjukkan sabu tersebut dikirim dari jaringan internasional di Malaysia dan disebut telah beberapa kali melintasi wilayah hukum Bengkalis. Kali ini, 65 kilogram barang haram itu kandas sebelum benar-benar “bertamu” ke daratan.

Bagi masyarakat Bengkalis, pengungkapan ini bukan sekadar keberhasilan menyita puluhan kilogram sabu. Ada kehidupan yang ikut diselamatkan. Sebab, jika 65 kilogram itu lolos, yang tersebar bukan hanya narkotika, tetapi juga kerusakan keluarga, masa depan anak-anak dan keresahan di tengah masyarakat.

Laut boleh menjadi pintu masuk Bengkalis. Tetapi untuk narkoba, semoga pintu itu tetap terkunci rapat. Sebab negeri pesisir ini membutuhkan kapal yang membawa rezeki, bukan kapal yang mengantarkan petaka. (Erman)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.