Dari Wartawan Daerah hingga Jadi Wakil Presiden RI Ke-9

0 51

PANGGUNG politik Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Dr. (H.C.) H. Hamzah Haz, politikus senior, ekonom, sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU), telah berpulang pada Rabu, 24 Juli 2024, di usia 84 tahun.

Warisan sejarah dan perjalanan hidup almarhum menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana seorang pemuda daerah mampu melangkah hingga ke puncak pimpinan nasional.

Lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, pada 15 Februari 1940, Hamzah Haz mengawali kariernya dari bawah. Sebelum dikenal di panggung nasional, ia berprofesi sebagai wartawan di surat kabar lokal Pontianak serta sempat mengabdi sebagai guru di daerah asalnya.

Semangat belajarnya yang tinggi membawanya meraih gelar Sarjana Muda dari Akademi Koperasi Yogyakarta pada 1965, sebelum melanjutkan studi ekonomi di Universitas Tanjungpura.

Kiprah organisasinya teruji sejak muda melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Nahdlatul Ulama. Keaktifan ini menjadi batu pijakan utama dalam perjalanan politiknya.

Tak tanggung-tanggung, Hamzah Haz mencatatkan rekor sebagai Anggota DPR-RI selama tujuh periode berturut-turut, sejak 1971 hingga 1999, mewakili Nahdlatul Ulama yang kemudian melebur ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Puncak karier kepemimpinannya di partai politik ditandai saat ia terpilih menjadi Ketua Umum PPP periode 1998–2007. Di era Reformasi, kapasitasnya di bidang ekonomi dan pemerintahan membawanya dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain:

* Menteri Negara Investasi / Kepala BKPM (1998–1999) pada masa Presiden B.J. Habibie.

* Wakil Ketua DPR-RI (1999).

* Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (1999) pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

* Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9 (2001–2004) mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri.

Sebagai Wapres ke-9 RI, Hamzah Haz dikenal sebagai sosok yang vokal membela kepentingan umat, piawai menjembatani komunikasi politik, serta memiliki pemikiran ekonomi yang kritis.

Perjalanan hidupnya dari seorang wartawan daerah di Kalimantan Barat hingga menduduki kursi nomor dua di Republik Indonesia menjadi bukti nyata dedikasi dan pengabdian panjang untuk bangsa.

Selamat jalan, Hamzah Haz. Dedikasi dan rekam jejakmu akan selalu dicatat dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Sumber: Wikipedia Ditulis Nasrul Koto di Facebook

Catatan Dairul Riadi S.Sos
Pemred Derakpostcom
Di – Pekanbaru

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.