DERAKPOST.COM – Pengisian jabatan ASN di lingkung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, sudah tidak lagi hanya mengandalkan assessment. Pemprov telah mulai gunakan sistem manajemen talenta melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) ini milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Hal demikian disampaikan Sekdaprov Riau Syahrial Abdi kepada wartawan. Dikatakan dia, sistem tersebut memetakan ASN yang berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, kualifikasi, sertifikasi hingga rekam jejak disiplin. “Manajemen talenta memetakan semua kompetensi, kinerja dari pegawai,” kata Syahrial.
Pemprov Riau katanya, gunakan SIMATA milik BKN. Maka setiap ASN mengunggah hal data kualifikasi, kompetensi, sertifikasi serta potensi yang dimiliki. Juga termasuk riwayat hukuman disiplin. Maka perbedaan sertifikasi dan kompetensi yang juga turut memengaruhi hasil pemetaan. Data itulah menjadi penilaian.
“Setiap ASN harus mengunggah data dan kompetensinya ke SIMATA. Seluruh data kemudian dipetakanya ke dalam sembilan kotak manajemen talenta. Makanya, data kemudian dinilai dengan bobot sudah ada masing-masing, ASN yang paling potensial berada di kotak 7, 8, dan 9,” ungkap mantan Camat di Kampar.
Syahrial menegaskan, Pemprov Riau tidak bisa mengutak-atik dari hasil pemetaan itu. Karena diketahui SIMATA yang merupakan sistem milik BKN. Artinya disini ungkapnya, data didalam SIMATA tersebut, tidak dapat diintervensi Pemprov Riau, dikarena sistem berada dibawah BKN. Hal seperti demikian itu harus dipahami.
“SIMATA itu punya BKN, jadi kita tidak bisa ngotak-ngatik. Dan kita, hanya upload apa adanya. SIMATA ini tidak bisa diintervensi Pemprov Riau, yang sebab sistem tersebut berada di bawah BKN,” ujarnya. Lebih tegas dikatakan, pengisian jabatan administrator atau setara eselon III, pemetaanya seluruh pegawai dituntaskan.
Kesempatan itu, Syahrial juga menegaskan sedangkan pengisiannya jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) masih menunggu tahapan berikutnya. Dia inipun memastikan proses untuk saat ini bukan seleksi melalui Panitia Seleksi lagi. Lanjut disinggung pada eselon II yang masih dijabat Plt, Syahrial ini enggan mengomentari. (Dairul)