KPU Provinsi Riau Bahas Pemungutan Suara dan Kampanye Ramah Lingkungan pada Sekolah Pemilu Hijau

0 52

DERAKPOST.COM – Sekolah Pemilu Hijau (Green Election School) Tahun 2026, kini kembali digelar KPU Provinsi Riau, dihari Rabu (26/8/2026). Kegiatan bertempat di Kantor KPU, Jalan Gajahmada.

Kegiatan yang merupakan pengembangan dari program Sekolah Pemilu dan Demokrasi ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa peserta magang dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau dan sekitarnya untuk memperkuat wawasan mengenai demokrasi, kepemiluan, serta penerapan nilai keberlanjutan dalam penyelenggaraan pemilu.

Dalam pembelajaran kali ini, peserta memperoleh materi yang disampaikan secara terpisah oleh Anggota KPU Provinsi Riau. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Riau Nahrawi menyampaikan materi dengan tema Pemungutan, Penghitungan Suara, dan Penetapan Kursi yang Ramah Lingkungan.

Dalam paparannya, Nahrawi menjelaskan rangkaian proses pemungutan dan penghitungan suara serta penetapan kursi dalam penyelenggaraan pemilu dengan perspektif yang memperhatikan prinsip ramah lingkungan.

“Penyelenggaraan pemilu perlu terus didorong agar tidak hanya berjalan sesuai dengan ketentuan dan prosedur, tetapi juga memperhatikan penggunaan sumber daya dan dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu, pemahaman mengenai proses pemungutan, penghitungan suara, hingga penetapan kursi perlu dilihat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang lebih berkelanjutan,” ujar Nahrawi.

Pada sesi pembelajaran berikutnya, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Riau Nugroho Noto Susanto menyampaikan materi dengan tema Tata Kelola Kampanye (Green Campaign) dan Dana Kampanye”.

Dalam paparannya, Nugroho membahas tata kelola kampanye dan dana kampanye sekaligus memperkenalkan konsep green campaign sebagai pendekatan kampanye yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Kampanye merupakan bagian penting dalam proses pemilu karena menjadi ruang bagi peserta pemilu untuk menyampaikan visi, misi, dan program kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kampanye juga dapat dilakukan dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui penggunaan sumber daya secara bijak dan penerapan praktik yang lebih berkelanjutan,” kata Nugroho.

Dua materi yang disampaikan dalam pembelajaran kali ini memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai penerapan prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan pemilu, mulai dari proses pemungutan dan penghitungan suara hingga tata kelola kampanye dan dana kampanye.

Melalui pembelajaran tersebut, peserta diajak memahami bahwa nilai-nilai lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai aspek kepemiluan sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pemilu yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung hal penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Melalui Sekolah Pemilu Hijau Tahun 2026, KPU Provinsi Riau terus mendorong penguatan literasi demokrasi dan kepemiluan di kalangan generasi muda serta menanamkan pemahaman mengenai pentingnya penyelenggaraan pemilu yang tidak hanya demokratis dan berintegritas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. (Redaksi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.