DERAKPOST.COM – Pemilu tak lagi sekadar soal mencoblos dan memilih calon pemimpin. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau mulai mendorong perspektif baru dengan mengenalkan konsep pemilu hijau kepada generasi muda.
Gagasan itu dibahas dalam program Sekolah Pemilu Hijau (Green Election School) 2026 yang kembali digelar di Kantor KPU Provinsi Riau, Selasa (11/8/2026). Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau dan sekitarnya mengikuti pembelajaran tersebut.
Program ini merupakan pengembangan dari Sekolah Pemilu dan Demokrasi yang sebelumnya digelar KPU Riau. Bedanya, pendidikan kepemiluan kini diperluas dengan memasukkan isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa tidak hanya diajak memahami bagaimana sistem pemilu bekerja, tetapi juga didorong melihat hubungan antara demokrasi, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Riau, Nugroho Noto Susanto, menyampaikan materi bertajuk āDemokrasi, Lingkungan dan SDGsā.
Nugroho menekankan demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat memiliki kesadaran terhadap keberlanjutan. Tetapi sebaliknya, pembangunan berkelanjutan juga membutuhkan partisipasi masyarakat yang bermakna.
āDemokrasi dan lingkungan itu keterkaitan yang sangat erat. Demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat sadar akan keberlanjutan, dan pembangunan berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat yang bermakna,ā ujar Nugroho.
Menurutnya, pendidikan pemilih bagi generasi muda perlu diperluas. Pemilih tidak hanya harus memahami proses demokrasi, tetapi juga memiliki perspektif terhadap persoalan lingkungan yang muncul dalam penyelenggaraan pemilu.
Sementara itu, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Riau, Supriyanto, membawakan materi āSistem Pemilu di Indonesia & Tantangan Pemilu Hijauā.
Supriyanto menjelaskan sistem pemilu Indonesia sekaligus berbagai tantangan untuk menciptakan proses demokrasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ia menilai generasi muda perlu memahami pemilu secara lebih utuh. Pengetahuan tidak berhenti pada tahapan pemungutan suara, tetapi juga mencakup tantangan dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, berintegritas, dan ramah lingkungan.
āSistem pemilu di Indonesia merupakan bagian penting dalam memastikan kedaulatan rakyat dapat diwujudkan melalui proses pemilihan yang demokratis,ā kata Supriyanto.
Pembelajaran berlangsung interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi. Maka itu, mahasiswa diberi kesempatan mengembangkan pemahaman mengenai sistem pemilu, demokrasi, isu lingkungan, serta tantangan menuju penyelenggaraan pemilu berkelanjutan.
KPU Riau menjadikan Sekolah Pemilu Hijau sebagai salah satu ruang untuk halnya bisa menanamkan nilai Green Election kepada generasi muda. Dengan harapan nantinya mahasiswa mengikuti program inipun, tak hanya menjadi pemilih memahami hak dan kewajibannya,
Tetapi katanya, juga mampu mendorong lahirnya itu budaya demokrasi partisipatif, berintegritas, dan bahkan peduli terhadap lingkungan. Sebab, demokrasi berkualitas bukan hanya tentang siapa itu yang dipilih, tetapi juga bagaimana proses dijalankan dan dampaknya bagi masa depan. (Redaksi)