DERAKPOST.COM – Sikap tegas ini mulai diterapkanya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, didalam hal melakukan pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mas Dar, panggilan akrabnya, menyatakan pihaknya telah memberhentikan 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menjabat sebagai kepala dapur MBG per 7 Agustus 2026 atas tindakan tidak disiplin.
“Per hari ini kami proses pemberhentian dan pembinaan SPPI atau kepala dapur MBG, sebanyak 66 kasus dalam proses, jadi diberhentikan secara tidak hormat karena tindakan indisipliner, yakni tidak berada di tempat (dapur MBG),” katanya.
Hal itu sebutnya, yakni lebih dari 10 hari yang secara berturut-turut. Kemudian ada kejadian phishing, yaitu mengaku duitnya hilang karena penipuan dan lain-lain, dan kemudian ada juga terlibat judi online. Itu diberikan sanksinya dengan pemecatan.
Dikutip dari laman JPNN. Katanya, selain memberhentikan kepala dapur MBG, BGN ini juga tengah membina 60 SPPI secara internal akibat adanya konflik antara mitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama ini kelola pendistribusian MBG.
“Ada yang kemudian terbukti melakukan tindak pidana hanky-panky (penipuan) dan kemudian ada yang minta duit lah, ini lah, maka akibat permainan ini, 66 sudah kami proses pemberhentian sebagai ASN PPPK. Jadi, kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) kami sudah proses 66 kepala dapur, sisanya ada 60 kasus dalam pembinaan internal,” ujar Mas Dar.
Dia menyebutkan, total sebanyak 117 kepala dapur MBG yang diberhentikan dan dibina tersebut tersebar di Jawa Barat 29, Jakarta dan Banten 19, Jawa Tengah 12, Jawa Timur 27, Sumatera 21, Kalimantan 9, empat di Sulawesi, dan lima di tempat-tempat lainnya.
“Mereka semua kami berhentikan karena tindakan indisipliner, kemudian tidak hadir, ada juga kasus keracunan MBG yang berulang, ini menjadi salah satu alasan kami memproses pemberhentian secara tidak hormat kepada kepala dapur yang melakukan pelanggaran,” tuturnya.
Mas Dar melanjutkan, dalam rangka perbaikan tata kelola Program MBG sekaligus peningkatan kualitas, maka secara khusus BGN memerintahkan kepada seluruh jajaran yang bekerja di dapur untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar masing-masing memahami kondisi kesehatannya.
“Kami juga sudah memerintahkan ke seluruh dapur sebelum memulai pekerjaan. Seluruh karyawan, pegawai, relawan, harus dicek suhunya, ditanya apakah ada diare, sakit perut, dan lain-lain,” ucapnya akhiri. (Dairul)