Viral Medsos Sindiran pada Bupati Siak Soal Jalan Sungai Rawa Rusak Parah, Ini Bunyi Spanduk Warga

0 79

DERAKPOST.COM – Viral di Media Sosial (Medsos) sindiranya dari warga terhadap Bupati Siak Afni terkait jalan hancur, dan berlumpur, berada di Desa Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Sejumlah warga menyampaikan kritik terhadap kondisinya jalan dinilai rusak, melalui pemasangan spanduk bernada sindiran.

Aksi tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam spanduk yang dipasang di tepi jalan itu, warga menuliskan beberapa kalimat yang ditujukan kepada Bupati Siak. Spanduk itu “Kami mengundang Ibu Bupati Siak untuk ngonten di jalan ini.” Spanduk lain bertuliskan, “Anda memasuki Jalan Kabupaten (Siak), maksimum muatan…”

Selain itu, yang disertai sindiran mengenai kondisi jalan. Tak hanya itu, terdapat pula tulisan lain yang berbunyi, “Buk Bupati bilo rencana ngonten di jalan kami ini?” Bahasa itupun menggunakan bahasa Melayu yang bermakna mempertanyakan kapan Bupati akan datang melihat langsung kondisi jalan tersebut.

Aksi pemasangan spanduk yang diduga merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap infrastruktur jalan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal. Warga berharap pemerintah daerah dapat segera memberi perhatian serius kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat.

Video memperlihatkan deretan spanduk tersebut, yang kemudian viral di berbagai platform media sosial dan serta memicu beragam tanggapan dari warganet. Banyak di antaranya berharap pemerintah segera turun ke lokasi untuk meninjau sekaligus memperbaiki ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat.

Sejumlah spanduk bernada satire dipasang di sepanjang ruas Jalan Lintas Simpang Industri Buton menuju Desa Sungai Rawa pada Juli 2026 dengan tulisan, “Kami mengundang Ibuk Bupati Siak untuk ngonten di jalan ini” dan “Buk Bupati bilo rencana ngonten di jalan kami ini?”

Sindiran tersebut merupakan bentuk protes atas kondisi jalan kabupaten yang rusak parah dan tak kunjung mendapatkan penanganan maksimal. Jalan dipenuhi lubang, berlumpur saat hujan, serta berubah menjadi lautan debu ketika cuaca panas.

Salah seorang warga Sungai Rawa, Firdaus, mengatakan kondisi itu telah berlangsung bertahun-tahun dan semakin memburuk akibat tingginya aktivitas truk bertonase besar yang melintas setiap hari.

“Kalau hujan kendaraan sering terjebak. Kalau panas debunya masuk ke rumah-rumah. Kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan, tapi sampai sekarang belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan persoalan,” ujarnya.

Menurut Firdaus, warga berharap Bupati Siak Afni Zulkifli turun langsung melihat kondisi jalan yang sebenarnya. Spanduk bernada “ngonten” dipasang agar pemerintah lebih perhatikan penderitaan masyarakat. Katanya, ini bukannya ingin menghina. Tapi hanya ingin pemerintah datang melihat sendiri bagaimana kondisi jalan yang dilalui setiap hari.

Kesempatan itu, warga juga menyoroti aktivitas truk pengangkut cangkang sawit milik PT Ekasapta Paramita Energi (PT EPE) yang diduga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Mereka menyebut kendaraan melintas memiliki muatan jauh melebihi kemampuan jalan kabupaten.

PT Ekasapta Paramita Energi (EPE) menggunakan angkutan mobil jenis tronton melintasi 6 km jalan di Desa Sungai Rawa tidak memiliki Amdalalin, surat rekomendasi Amdalalin terhadap PT EPE tidak digubrisnya sejak tahun 2022, bukan saja undang undang lalulintas nomor 22 tahun 2009 tentang lalulinas yang di tabrak, sejumlah peraturan lain termasuk keselamatan masyarakat diabaikan oleh PT EPE.

Sebelumnya, masyarakat bersama sejumlah tokoh telah beberapa kali mempersoalkan aktivitas angkutan perusahaan tersebut. Jalan Kabupaten Sungai Rawa diketahui merupakan jalan kelas III dengan batas muatan sekitar delapan ton. Namun di lapangan, warga menduga truk-truk yang beroperasi membawa muatan puluhan ton sehingga mempercepat kerusakan badan jalan.

Aktivitas PT EPE juga telah menuai sorotan dari berbagai pihak.  mantan anggota DPRD Siak Fahrizal bahkan meminta Pemerintah Kabupaten Siak mengevaluasi hingga mencabut izin operasional perusahaan apabila terbukti melanggar ketentuan.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas, baik melalui perbaikan jalan maupun pengawasan terhadap kendaraan bertonase berat. Serta menegaskan pembangunan daerah tidak seharusnya mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya pada akses jalan tersebut.

Hingga berita ini ditulis atau diupload jadi konsumsi publik. Hal itu belum didapatkan keterangan resmi dari Pemkab Kabupaten Siak (Bupati, red) maupun pihak OPD yang terkait dalam menyikapi sindiran warga itu. Media pun sampai saat ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait guna mendapat penjelasan dan tanggapan atas keluhan masyarakat. (Dairul//Berry)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.