Oalah…. Ratusan Siswa Gagal SPMB 2026, Bisa Masuk Sekolah Lewat Seleksi Rekomendasi Disdik Riau

0 100

DERAKPOST.COM – Praktik penerimaannya siswa yang melalui jalur di luar mekanisme resmi Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 ini, kembali mencuat di Provinsi Riau. Diduga itu dibalik alasanya perbaikan dan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik), halnya pasca pengumuman kelulusan.

Diduga itu, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Riau yang masih memberi ruang bagi calon siswa tak lolos melalui SPMB tersebut bisa masuk pada sejumlah SMA/SMK Negeri itu termasuk di sekolah-sekolah favorit berada khusus di Kota Pekanbaru. Sebagai hal dari data dihimpun bahwasanya praktik ini telah berlangsung sejak ada pengumuman hasil SPMB pada 22 Juni 2026.

Dimana, sejumlahan sumber menyebutkan, dari ratusan calon siswa yang sebelumnya gagal lolos seleksi, makanya ini berpeluang diterima melalui mekanisme disaat ini juga dengan istilah lapangan yaitu sebagai “jalur langit” atau jalur nonreguler. Dari informasi yang diperoleh menyebutkan, modus yang diduga digunakan adalah penerbitan surat rekomendasi dari pihak Disdik Riau kepada sejumlah kepala sekolah.

Sehingga, rekomendasi itu disebut menjadi dasar bagi sekolah untuk menerima calon siswa di luaran hasil seleksi resmi dengan dalih penyesuaian atau pemutakhiran data Dapodik tahun ajaran baru. Sehingga dapat kabar, sejumlah kepala sekolah pun berada pada posisi sulit. Mereka juga disebut tidak memiliki ruang yang untuk menolak karena rekomendasi tersebut berasal dari otoritas yang menaungi sekolah.

Lebih jauh, sumber menyebutkan bahwasa munculnya “jalur langit” yang diduga tidak terlepas ada dari intervensi berbagai pihak yang memiliki pengaruh. Nama-nama yang beredar di lapang itu berasal dari berbagai unsur pihak kalangan, yang disebut-sebut mengupayakan agar calon siswa tertentu tersebut dapat diterima di sekolah pilihan mereka seperti diinginkan.

Dalam data dihimpun itu, sekolah-sekolah yang disebut akan menjadi sasaran utama praktik tersebut di Kota Pekanbaru diantara lainya SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 8 Pekanbaru. Sehingga, dugaan ini memunculkan hal kekhawatiran, bahwa kuota yang seharusnya diperolehi peserta berdasarkan hasil seleksi resmi, tapi justru ini bergeser yaitu siswa itu masuk melalui rekomendasi tertentu.

Salah satu dugaan kejanggalan terjadi di SMAN 5 Pekanbaru. Seorang warga Jalan Belimbing mengaku bahwa anaknya gagal diterima melalui jalur domisili, meski jarak rumah ini hanya sekitarab 150 meter yang dari sekolah, bahkan dengan hal nilai akhir 89,75. Tetapi sebaliknya, terdapat peserta lain itu, berdomisili sekitar 700 hingga 800 meter dari sekolah dengan nilai berkisar 84 itu, dinyatakan lulus.

Ini katanya,sangat mengecewakan. Rumah hanya sekitar 150 meter dari sekolah, serta dengan nilai lebih tinggi, tetapi tidak dapat atau diterima. Sementara itu, ada peserta dengan jarak lebih jauh dan juga nilai lebih rendah justru lolos. Maka ia meminta pada pemerintah daerah dan instansi terkait, hal bisa melakukan audit menyeluruh terhadap proses SPMB agar dugaan penyimpangan tersebut diungkap secara transparan.

Sementara itu, seorang kepala SMA negeri di Pekanbaru yang meminta identitas agar dirahasiakan mengaku hanya menjalankan arahan dari atasan (pihak Disdik) ini ketika menerima siswa/i berdasar rekomendasi.
“Saya, dalam hal ini juga tidak bisa banyak berkomentar. Itu kebijakan pimpinan dinas. Kami (Kepala Sekolah) hanya menjalankan perintah,” ujarnya singkat.

Terkait hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Disdik Riau Erisman Yahya belum didapat jawaban, karena belum bisa ditemui, yang Karena,handphone WhatsApp biasa yang dipakai tak aktif lagi, sejak diperiksa KPK. Tak sampai disitu, upaya konfirmasi pada Sekertaris Disdik Teza Darsa yang melalui 0821-7120-XXXX, tak berikan respon. Dan begitu juga halnya Kabid SMA serta Kabid SMK tidak berikan jawaban. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.