Rapat Paripurna, Dua anggota DPRD Riau dari Fraksi Gerindra Soroti Permasalahan ke Plt Gubernur

0 15

DERAKPOST.COM – Rapat Paripurna DPRD Riau digelar, hari Senin (6/7/2026). Hal itu, dengan agenda tanggapan fraksi terhadap penyampaian Ranperda tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan ABPD tahun anggaran 2025.

Dalan hal ini, dua anggota DPRD Riau dari Fraksi Gerindra, angkat bicara menyikapi berbagai masalah yang saat ini terjadi di Provinsi Riau. Di antaranya ada masalah stunting, pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, LGBT, kerusakan infrastruktur jalan dan terkait bus listrik di Kota Pekanbaru.

Diawali dari anggota Komisi II DPRD Riau, Androy Andrerianda yang menyoroti masalah stunting, pendidikan, kesehatan serta sejumlah perusahaan di Riau yang tidak menggunakan tenaga kerja lokal dan ketidakpedulian perusahaan terhadap warga di sekitarnya.

Selain itu Sekretaris Komisi II DPRD Riau meminta Plt Gubernur Riau lebih fokus menunjang tenaga kerja lokal, kesehatan dan dunia pendidikan. Ia pun menilai APBD hanya berdiri sendiri tanpa melibatkan andil dari setiap perusahaan yang ada di Provinsi Riau.

Sorotan lain juga datang dari Ketua fraksi Gerindra DPRD Riau, Ginda Burnama. Ia mengatakan agar Gubernur Riau segera membuat surat edaran ataupun turunannya terkait LGBT. Hal ini dinilai penting karena menyanngkut perlindungan anak kedepan. Bahkan menyoroti tingkat kepadatan lalulintas sudah sangat padat.

Terkait hal itu ia meminta Gubernur Riau agar pembangunan jalan yang menjadi kewenangan Provinsi dibangun secara berkelanjutan terutama yang berada di kawasan pusat perbelanjaan.

“Pak Gubernur, tidak bisa satu kilo 500 meter, tidak bisa 500 meter, paling tidak ada beberapa ruas jalan yang bisa terbangun. Karena ini menyangkut wajahnya Provinsi Riau yang ada di Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Selain itu Ginda Burnama mengingatkan Gubernur Riau, bahwa Kota Pekanbaru sudah punya bus listrik. Ia pun berharap Pemprov Riau bisa membantu ruang-ruang kebijakan yang ada di tiga kabupaten ataupun empat kabupaten yang menjadi penyangga dari Kota Pekanbaru dengan aturan dari Gubernur.

Menyikapi hal itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto usai paripurna mengatakan pihaknya menerima sorotan dari anggota DPRD Riau tersebut. Ia mengaku kalau duit Pemprov ada nanti, insya Allah dirinya akan membenahi infrastruktur jalan tersebut.

Sementara terkait LGBT, nantinya pihaknya siap menindaklanjuti disampaikan sesuai Pergub. Begitu juga hal ketika disinggung mengenai dugaan mark up pembelian baju oleh sejumlah Kepala sekolah kemarin, pihaknya siap menindaklanjuti dengan menurunkan OPD terkait.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.