PDI-P Mengenang Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso Merupa Suami Pertama Megawati Soekarnoputri

0 75

DERAKPOST.COM – Jajaranya DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jakarta, hari Ahad (5/7/2026) ini lakukan peringatan milad hari lahir suami pertama Megawati Soekarnoputri. Suami pertama itu, Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso.

Hal itu, diperingati dengan upacara tabur bunga di laut Kepulauan Seribu, Jakarta Utara oleh jajarannya DPD PDI-P Jakarta. Peringatan milad dilanjutkan tahlilan dan pembacaan surat yasin oleh jajaranya PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), yaitu di lokasi Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Seperti hal dikutip dari laman SINDONews. “Almarhum gugur ini saat pesawat Skyvan T-701 yang dipilotinya itu jatuh di perairan Biak, Irian Jaya yang kini bernama Papua pada tanggal 22 Januari 1970,” kata Ketua DPP PDI-P Jakarta, Ahmad Basarah disaat memberikan kata sambutan dalam acara tahlilan tersebut.

Basarah ini mengatakan, jika masih hidup, Surindro yang lahir 5 Juli 1943 kini berusia 83 tahun. Diketahui katanya, kalau Putra dr. A. Dadi Djokrodipo ini lulusan dari akademi militer TNI AU, yang dilantik sebagai letnan dua penerbang pada 1967.

Ia ditempatkan sebagai anggota Skuadron 42 Wings Ops 003 lanud Iswahyudi Madiun dan juga menjadi pilot pesawat pengebom TU-16 KS Badger. Basarah ceritakan kalau
Megawati menikah 27 Mei 1968, atau satu tahun setelah ada kudeta atas Bung Karno dilakukan oleh rezim Orde Baru.

“Saat itukan tidak banyak tokoh politik dan tokoh masyarakat berani mendekat kepada Bung Karno. Apalagi hal itu menjadi bagian dari keluarganya, tetapi dikarena kecintaan besar kepada ibu Megawati Soekarnoputri, almarhum Surindro ini, memutuskan untuk dapat bisa tetap menikahi Megawati,” kata Basarah mengenangnya.

Dikatakan dia, dari pernikahan itu lahir dua orang putra, yakni Moh. Rizki Pratama dan Muhamad Prananda Prabowo. Yang pada 22 Januari 1970, suami pertama Megawati itu mengalami kecelakaan di perairan Biak ini, lalu gugur bersama tujuh awak pesawat yang menyertainya.

Hingga saat ini, jenazah Surindro dan tujuh awak pesawat lainya tidak pernah berhasil ditemukan. Basarah, yang di acara tahlilan itu, mewakili keluarga besar Prof Dr (HC) Megawati Soekarnoputri menyampaikan rasa terima kasih dari Ketua Umum PDIP itu kepada semua pihak telah berdoa dan bersimpati atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa ini. (Dairul)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.