Gubernur Riau Sampaikan Ranperda APBD 2025 di Paripurna DPRD, Tegaskan Komitmen Perbaikan Tata Kelola
DERAKPOST.COM – Agenda hal Paripurna penyampaiannya Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Riau 2025. Hal ini dengan resmi diserahkanya Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, dihari Kamis (2/7/2026). Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Riau Kaderismanto.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto ini secara resmi menyerahkan dokumen penting itu, dihadapan peserta rapat dihadiri anggota DPRD, kepala OPD, hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Penyerahan laporan itu merupakan wujud kepatuhan oleh pemerintah daerah dalam jalankan mekanisme pertanggungjawaban terkait halnya pengelolaan uang negara.
SF Hariyanto mengatakan, sebelum draf Raperda ini sampai di meja DPRD, seluruh laporan keuangan melewati tahapan reviu internal inspektorat. Laporan tersebut juga sudah tuntas itu, diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Riau.
Berdasar hasil audit tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ini, mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Hasil ini tidak lantas membuat pemerintah berdiam diri, katanya, melainkan langsung menjadikanya sebagai landasan perbaikan untuk masa mendatang. “Oleh karena opini tersebut menjadi catatannya penting, kami menempatkannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola keuangan di daerah ini. Pemerintah daerah memperkuat tingkat kepatuhan,” ungkap Plt Gubernur.
SF Hariyanto ini mengatakan, rekomendasi dari BPK ini, dipastikan akan ditindaklanjuti dengan langkah yang serius, terukur, serta penuh tanggung jawab demi perbaikannya sistem birokrasi keuangan. Ujarnya dengan diserahkan Raperda, maka ditahap selanjut berada ditangan legislatif yang melakukan telaah dan pembahasan mendalam. Yakni, didalam halnya roses check and balance.
Diketahui ini dalam Rapat Paripurna kinerja keuangan Pemprov Riau, sepanjang tahun anggaran 2025, juga mencatatkan realisasi akan hal pendapatan daerah yaitu sebesar Rp8.302.051.779.230,45. Angka itu setara dengan 87,64 persen dari total target pada pendapatan dan dipatok melampaui angka Rp9,4 triliun.
Rincian postur anggaran dibeberkan secara transparan oleh pihak Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto disidang paripurna penyampaian Raperda pertanggungjawaban APBD 2025.
Dari total realisasi pendapatan tersebut, di sektor PAD ada menyumbang dana segar sebesar Rp4.222.000.000 atau mencapai 41,77 persen dari alokasi awal.
Sementara itu, halnya pendapatan transfer menunjukkan performa cemerlang dengan realisasi Rp4.425.000.000 yang menyentuh angka 98,7 persen dari target. “Demikian ini postur umum laporan keuangan Pemprov Pemerintah Provinsi Riau tahun anggaran 2025 ini telah diaudit oleh BPK Perwakilan Provinsi Riau,” ujar SF Hariyanto ini merinci angka-angka di hadapan para wakil rakyat.
Beralih pada sektor pengeluaran, realisasi belanja daerah dengan menyentuh angka Rp8.031.071.848. Komposisi pengeluaran ini didominasi oleh belanja operasi sebesar Rp5.981.000.000, mencapai 88,51 persen dari pagu anggaran. Yakni, belanja modal ini serap dana sebesar Rp773.290.293.000 atau 70,73 persen, disusul belanja transfer dengan realisasi 79,7 persen.
Satu hal yang menarik daripada laporan ini adalah pos Belanja Tak Terduga (BTT). Dari hal ketersediaan anggaran, yakni sebesar Rp20.136.304.247, diketahui pemerintah daerah sama sekali tidak ada melakukan penarikan sehingga realisasi itu tercatat angka 0 persen. Pada sektor pembiayaan daerah, realisasi itu, Rp21.763.515.000. Â (Dairul)