DERAKPOST.COM – Kepedulian dalam hal penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau ini turut menjadi perhatian Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
Hal itu turut mendukung penanganan dan pencegahan Karhutla. Dukungan dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan pemadaman, penyediaan sumber air dan infrastruktur pencegahan, serta bantuan bagi masyarakat dan petugas di lapangan.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Sebastian Julius mengatakan, keterlibatan industri hulu migas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan sekaligus bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah di sekitar kegiatan operasi.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi persoalan bersama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan dapat memengaruhi berbagai aktivitas di wilayah terdampak. Karena itu, kami mendorong KKKS untuk bergerak cepat, membantu penanganan di lapangan, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Sebastian.
SKK Migas Sumbagut terus mendorong KKKS memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut penting agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mempercepat penanganan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Sejumlah KKKS telah terlibat langsung dalam upaya tersebut. EMP Bentu Limited, sejak 24 Agustus 2026, mengerahkan sekitar 20 personel bersama mitra kerja untuk membantu pemadaman di Desa Rantau Baru dan Kelurahan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Tim dilengkapi peralatan pemadaman dan water truck, serta menyalurkan bantuan melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan, PMI, dan Puskesmas untuk mendukung kebutuhan masyarakat, MPA, TNI-Polri, serta petugas di lapangan.
Di Kepulauan Meranti, PT Imbang Tata Alam (ITA) membantu penanganan titik api bersama aparat serta memperkuat pencegahan melalui pembangunan dan pembersihan embung serta pembuatan parit sebagai sumber air. Sebanyak 20 embung dibangun di Desa Kepau Baru, disertai pembangunan embung di Desa Kundur dan Desa Tenan. ITA juga berkoordinasi dengan unsur pemerintah setempat dan turut memfasilitasi sosialisasi pencegahan karhutla bersama TNI.
Sementara di Kabupaten Siak, PT Bumi Siak Pusako (BSP) membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla lintas departemen dengan sekitar 30 personel beserta peralatan pendukung. Selain melakukan pemantauan dan pencegahan di sekitar wilayah operasi, BSP turut terjun dalam penanganan karhutla untuk membantu melindungi kawasan Taman Nasional Zamrud dan mencegah meluasnya kebakaran. Kegiatan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Siak, Forkopimda, TNI-Polri, SKK Migas Sumbagut, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan unsur terkait lainnya.
Menurut Sebastian, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan industri hulu migas di daerah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi energi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.
“Karhutla adalah persoalan bersama. Kami mengapresiasi langkah cepat KKKS, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, serta seluruh pihak yang bekerja di lapangan. SKK Migas bersama KKKS akan terus mendukung sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki agar kebakaran dapat segera dikendalikan, dampaknya terhadap masyarakat diminimalkan, dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman,” tutupnya. (Redaksi)