DERAKPOST.COM – Sempena semarakkan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke 33, ditahun ini. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang, melaksana upacara, Senin (29/6/2026), bertempat di Lapangan. Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran pegawai, dan serta perwakilan warga binaan.
Diketahui yang sebagai Inspektur Upacara, adalah Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, tampak memimpin langsung jalannya kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Dalam hal ini mengatakan, kegiatan ditaja dengan mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”.
“Pada peringatan Harganas tahun 2026 ini, yaitu mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”. Ini merupa sebuah tema yang menegaskan pentingnya peran aktif seorang ayah dalam membangun suatu keluarga ini yang sehat, harmonis, dan berkualitas. Momentum itu, Lapas Kelas IIA Bangkinang ini akan turut mengajak seluruh jajaran menanamkan hal pentingnya ketahanan keluarga itu sebagai fondasi utama pada membangun generasi bangsa,” katanya.
Kalapas Bangkinang, Alexander Lisman ini menyampaikan bahwasa keluarga merupa elemen yang paling mendasar membentuk karakter dan kualitas halnya Sumber Daya Manusia. Ia menegaskan bahwa kehadiran seorang ayah itu bukan hanya secara fisik, tetapi bentuk perhatian, bahkan dukungan moral, pendidikan, serta keterlibatan aktif dalam proses tumbuh kembang anak.
“Peringatan Harganas ini, diharapkan jadi pengingat bagi kita semua bahwa keluarga adalah pondasi utama didalam kehidupan. Peran orang tua, khususnya ayah, sangat penting dalam menciptakan keluarga yang kuat, harmonis, dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas,” ujar Alexander. Lebih lanjut ditegaskan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang untuk terus memperkuat nilai-nilai kekeluargaan.
Selain itu, keterlibatan warga binaan dalam pelaksanaan upacara diharap bisa mampu memberikan akan pemahaman mendalam mengenai hal pentingnya tanggung jawab terhadap keluarga, yang sekaligus menjadi refleksi untuk terus itu menjaga hubungan baik dengan keluarga ini aelama menjalani masa pembinaan. Katanya, melalui hal ini, diharap adanya nilai-nilai positif yang bisa dapat terus diterapkan. (Redaksi)