Wow….. MAKI Desak Kejagung Periksa Owner Toba Pulp Lestari

DERAKPOST.COM – PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL/INRU), saat ini terseret dugaan penyelewengan pajak yang bermoduskan transfer pricing. Dan sudah ditetapkan dua tersangka dari pegawai Direktorat Jenderal Pajak berinisial BP dan SR.

Dikutip dari laman Inilah. Rasa-rasanya, kejahatan pajak ini tidak mungkin berdiri sendiri. Hal itu dikarena besar kemungkin ini ada persekongkolan.

Artinya, pihak korporasi seharusnya ada yang ditetapkan sebagai tersangka juga. Apalagi, Kejagung menyebut potensi kerugian negara mencapai Rp2 triliun sepanjang 2008-2025.

“Dalam hal ini, pemilik atau pemiliknya atau pengurus perusahaan (TPL) harus dimintai keterangan sebagai saksi,” terang Boyamin Saiman ini selaku Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI).

Jika ditemukan cukup bukti bahwa pemilik atau pengurus PT TPL menikmati manfaat dari kejahatan ini, lanjut Mas Boy, sapaan akrab Boyamin Saiman, penyidik Kejagung harus segera menetapkannya sebagai tersangka. “Dan, cukup bukti adanya persekongkolan jahat, ya harus segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Boyamin.

Dia pun berjanji akan mengawal proses hukum dugaan manipulasi pajak yang merugikan negara Rp2 triliun.

Jika penyidik Kejagung lamban atau ada gejala ‘masuk angin’ dalam menangani perkara ini, tidak tertutup kemungkinan ada upaya pra-peradilan.

“Kita akan kawal kasus ini. Kita siap gugat pra-peradilan seperti biasanya. Intinya, kita kawal bersama ya,” imbuhnya.

Peralihan Toba Pulp Lestari

Sejak Januari 2024 hingga pertengahan 2025, Sukanto Tanoto bukan lagi sebagai pemilik PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL/INRU). Karena sudah dijual ke Allied Hill Limited, sebuah perusahaan investasi yang bermarkas di Hong Kong.

Dalam transaksi tersebut, Allied menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 92,54 persen. Namun ada nama Joseph Oetomo yang menjadi pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO).

Asal tahu saja, Joseph Oetomo adalah pengusaha asal Singapura yang dikenal dekat dengan Sukanto Tanoto. Dia adalah mantan eksekutif kunci, tangan kanan, sekaligus rekan bisnis terpercaya dari konglomerat Sukanto Tanoto yang bendera bisnisnya bernama Royal Golden Eagle (RGE) Group, dulu Raja Garuda Mas (RGM).

Kedekatan Sukanto Tanoto dan Joseph Oetomo

Bisa jadi memang betul jika Joseph Oetomo disebut sebagai eksekutif kunci dan tangan kanan dari bos RGE itu. Dia mulai bekerja di perusahaan Sukanto Tanoto pada 1990.

Jika bukan orang kepercayaan, bagaimana mungkin Sukanto Tanoto menempatkan Joseph Oetomo masuk dalam Executive Management Board Grup RGE.

Selain itu, Joseph sempat duduk manis di kursi empuk Chairman Divisi Bisnis Sawit (Asian Agri), hingga Managing Director untuk Wilayah Greater China.

Tiba-tiba, Joseph bisa memiliki Allied Hill Limited yang kemudian mengambil alih industri bubur kertas yang berbasis di Sumatera Utara (Sumut) itu, dari tangan Sukanto Tanoto.

Temuan Auriga Nusantara

Sebuah lembaga riset dan advokasi independen bidang penyelamatan sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia, Auriga Nusantara mengungkap dugaan TPL masih dalam kendali Sukanto Tanoto melalui Royal Golden Eagle (RGE).

Meski pada 18 Juni 2025 lalu, PT TPL mengajukan Surat Permintaan Penjelasan terkait Negosiasi Pengambilalihan PT Toba Pulp Lestari kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Surat itu menghapus keterhubungan Sukanto Tanoto terhadap PT TPL. Di mana, pemegang saham pengendali beralih ke Allied yang memborong kepemilikan saham Pinnacle Company Pte Ltd di PT TPL, sebesar 92,42 persen. Di mana, Pinnacle dimiliki Sukanto Tanoto, melalui penguasaan saham Blu Diamond Inc.

Sekantor dengan Putri Sukanto Tanoto

Dari penelusuran Auriga masih ditemukan adanya hubungan antara Joseph Oetomo dengan Sukanto Tanoto. Hingga 2025, Joseph terdata sebagai pemegang saham Apical Sumatera Management PTE, Ltd.

Di mana, Apical merupakan perusahaan minyak sawit yang  berada di bawah RGE. Perusahaan itu merupakan salah satu pengelola dan pengekspor minyak sawit dan produk turunan, termasuk biodiesel terbesar di Indonesia.

Dari situs RGE terungkap, Apical memiliki 4 kilang minyak sawit di Indonesia dan China. Total kapasitas produksinya sekitar 4,2 juta ton per tahun.

Sementara data The Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA), sebuah badan regulator pendaftaran usaha, pelaporan keuangan, akuntan publik, dan penyedia layanan korporasi di Singapura, menyebutkan Joseph memiliki jabatan sebagai Director di Gold Mountain Management PTE LTD, sebuah perusahaan berbasis di Singapura.

Dia sekantor dengan Imelda Tanoto. Siapa dia? Imelda Tanoto adalah putri pasangan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto. Jabatannya cukup mentereng, yakni Managing Director dan anggota Dewan Manajemen Eksekutif Royal Golden Eagle (RGE) yang mengawasi seluruh bisnis grup. Tentu saja ini bukanlah suatu kebetulan. (Dairul)

 

desakKejagungMakiownerperiksa
Comments (0)
Add Comment