Wako Dumai Paisal Ikut Berorasi, Ancam Bakar KSOP Jika Surat Resmi Diabaikan

DERAKPOST.COM – Terdeteksi pada video atau rekaman aksi demonstrasi yang telah digelar ratusan buruh tergabung di Aliansi Advokasi Tenaga Kerja Bongkar Muat atau TKBM. Hal itu juga terlihat, kehadiran serta orasi langsung Wali Kota (Wako) Dumai, H Paisal, yang ikut menyuarakan kekecewaan di Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Video beredar luas dikalangan masyarakat dan media sosial tersebut yang merupakan aksi protes berlangsung, di Jalan Cut Nyak Dhien, Kelurahan Purnama, di Kecamatan Dumai Barat, pada hari Selasa (2/6/2026) pagi. Menarik perhatian publik yaitu karena kehadiran Wako Dumai, yang menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan KSOP tersebut.

Diketahui biasanya demontrasi hanya hadir elemen masyarakat, dengan dikawal pihak aparat keamanan. Pada aksi kali ini, terasa berbeda. Pasalnya, orang nomor satu Kota Dumai itu tidak hanya sekadar hadir untuk menenangkan situasi atau juga menerima aspirasi. Tetapi itu melainkan turut naik ke atas kendaraan penggerak massa tersebut melakukan orasi.

Dia tampak menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan pendapatnya secara terbuka di hadapan ratusan buruh. Dengan nada suara yang tegas serta penuh emosi, H. Paisal menyampaikan kekecewaannya yang mendalam atas diterbitkannya surat edaran terbaru oleh KSOP Dumai.

Menurutnya, kebijakan sepihak tersebut telah memicu keresahan, ketidakpastian, dan bisa membuat suasana di lingkungan pelabuhan maupun masyarakat menjadi ricuh dan penuh ketegangan. “Selaku dari pemimpin masyarakat, maka saya sangat kecewa itu dengan langkah diambil KSOP Dumai. Surat edaran mereka keluarkan itu sangat merugikan, tidak melibatkan kami sebagai pemerintah daerah,” ujarnya.

Dalam orasinya, Wako mengatakan bahwa yang paling penting tidak berpihak kepada nasib para pekerja yang diketahui selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor pelabuhan. Dia juga menegaskan bahwasa Pemerintah Kota (Pemko) Dumai juga akan segera mengirim surat resmi permintaanya pertemuan kepada pihak KSOP.

Pertemuan itu rencananya juga melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari serikat buruh, koperasi TKBM, bahkan pemangku kepentingan usaha, dan juga hingga unsur pemerintah daerah. Guna duduk bersama mencari solusi terbaik dan kebijakan yang adil, tepat, serta bisa diterima oleh semua pihak.

Namun, pernyataan yang paling menyita perhatian dan langsung memicu tepuk tangan meriah serta sorakan dukungan membahana dari seluruh peserta aksi adalah ancaman keras dilontarkan Wako Paisal. Ia menegaskan, jika surat resmi yang akan dikirimkan nantinya juga tidak dipedulikan pihak KSOP, maka langkah tegas akan diambil.

“Kami nanti akan kirim surat resmi untuk mengundang mereka berunding. Tapi ingat, jika surat itu pun tidak dipedulikan, mohon maaf, akan kita bakar KSOP itu!” tegasnya dengan berulang kali, yang langsung hal ini disambut sorak-sorai massa yang merasa perasaan masa aksi terwakili oleh ucapan tersebut.

Di samping kemarahan yang diluapkannya, Wako Paisal juga tetap mengingatkan dan mengapresiasi sikap massa itu yang telah mengikuti jalannya demonstrasi tertib. Ia meminta agar seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban, yaitu tidak melakukan tindakan anarkis, serta tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Ia juga meminta agar kiranya masyarakat menghormati kehadiran aparat kepolisian dan TNI yang ada bertugas mengamankan jalannya aksi demi menjaga keamanan dan ketertiban umum. “Saya ini ucapkan terima kasih, karena kalian semua beraksi dengan tertib. Saya minta, jangan ada menghalangi jalan ataupun mengganggu pengguna jalan lain. Mari kita tunjukkan bahwa berjuang ini dengan cara yang beradab,” pesannya.

Berdasar informasi dihimpun awak media, kemarahan besar ditunjukkan Wako Dumai diduga kuat berakar dari rasa tidak dihargai dan diabaikan. Sebab yang diketahui, pihak Pemko dikabarkan sebelumnya mengirim surat resmi berisi masukan dan keberatan terkait rencana kebijakan tersebut, namun hingga saat ini tidak pernah ada jawaban atau tanggapan balik dari pihak KSOP.

Bahkan, kabarnya Wako Paisal juga telah berupaya bisa menghubungi Kepala KSOP Dumai, Diaz Saputra, melalui sambungan telepon seluler. Namun panggilan tersebut tidak pernah diangkat atau direspon. Hal inilah yang membuat kemarahan orang nomor satu di Dumai itu memuncak dan akhirnya yang diluapkan secara terbuka di hadapan publik.

Pernyataan tegas dipaparkan Wako Dumai itu langsung menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat luas hingga ke dunia maya. Di media sosial itu, banyak netizen berkomentar, sebagian mendukung karena dianggap berani mewakili aspirasi rakyat, namun tidak sedikit pula mengkritik. Banyak pihak menilai, bahwa bahasa yang digunakan Wako Dumai dinilai kurang tepat dan tidak mencerminkan sosok seorang pemimpin daerah.

Diketahui, terkait ada aksi tersebut, Aliansi Advokasi TKBM ini memaparkan beberapa poin utama menjadi pokok perjuangan dari mereka. Para buruh menuntut kesempatan bekerja adil, transparan, bahkan partisipatif dalam perburuhan. Selain itu, mereka juga menuntut jaminan akan perlindungan hak pekerja, kepastian status kepesertaan dan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan, serta tata kelola pelabuhan. (Redaksi)

DumaiKSOPresmisuratWako
Comments (0)
Add Comment