“Printing Money”

MEMPERHATIKAN situasi & kondisi kekinian Ekonomi, sosial, budaya dan politik Indonesia, dalam perspektif kami sebaiknya negara sudah harus mengambil kebijakan Ekonomi & keuangan “Printing Money”. Satu langkah ekstrim dalam situasi penyelamatan keuangan & ekonomi negara.

Berdasarkan teori teori ekonomi & keuangan konvensional hal ini menjadi momok besar menakutkan atas dampak nya seperti inflasi, tapi menurut hemat kami Indonesia sangat bisa melakukan hal tersebut dg ditopang oleh SDA yg sangat berkelimpahan dan market dalam negeri yg memungkinkan untuk mengantisipasi hal hal berdampak negatif.

Study kasus seperti yang telah dilakukan oleh negara negara yang telah maju dan besar seperti Jerman, Amerika, inggeris dan China faktanya mereka berhasil keluar dari persoalan ekonomi & keuangan negaranya pada masanya dan sekarang diantara negara tersebut kita malah di Utangin dengan syarat ketentuan yang sangat tidak fair dan justeru berpotensi membuat negara ini tergadai serta terancam keberdaulannya, subhanallah.

Memang diperlukan pengawasan super ketat dalam tata kelola nya secara tidak baik saja tapi harus benar.
Kami yakin para ahli ekonomi & keuangan Indonesia mampu bersinergi untuk mengaktualisasikan kebijakan besar ini

Saatnya kemandirian ekonomi bangsa ini harus diwujudkan karena tidak ada satupun variabel ekonominya yang menyatakan tidak bisa untuk mewujudkan hal tersebut.

Indonesia memiliki segalanya, keberlimpahan SDA dan letak teritori yg sangat strategis Tuhan berikan mestinya dapat “menangkis” pendapat pendapat, teori teori dan para pihak yg sering menentang Kebijakan Printing Money dengan momok menakutkan inflasi!

Indonesia harus berani mengambil langkah besar ini untuk menyelamatkan negara diambang keterpurukan ekonominya. Indikasi tersebut semakin terlihat berdasarkan salah satu data statistik yg mencatat kelompok menengah orang Indonesia turun ke kelompok miskin mencapai 9 juta lebih dlm kurun waktu lima tahun ini.

Struktur perekonomian Indonesia masih didominasi oleh sektor UMKM mencapai hampir 80% dimana posisi kelompok menengah selama ini menjadi pendorong utama tumbuh kembangnya sektor riil UMKM.

Dalam perspektif kami kebijakan ekonomi keuangan negara selama ini belum cukup mampu menghadapi budaya korup dan tata kelola usaha & bisnis yg belum beretika tinggi.

Mengandalkan sumber pendapatan keuangan negara dari pajak dan hutang (dg keberlimpahan SDA dan letak teritori wilayah yang sangat strategis) sudah sangat tidak efektif.

Faktanya hutang terus naik jumlahnya, dan porsi pajak sebagai sumber keuangan negara hampir mencapai 90%.

Kami pikir sudah saatnya Indonesia kembali ke pangkal.

Indonesia Shutdown & Restart.

Catatan ini kami buat sebagai alternatif dari catatan kami sebelumnya tentang solusi kebangsaan terkait perspektif kami tentang Rasionalisasi aset para koruptor dan pelaku bisnis usaha yang tidak taat hukum dan tidak beretika.

Jika kebijakan Rasionalisasi dan pemberlakuan UU perampasan aset resistansi nya sangat tinggi secara politis kami pikir kebijakan ini (Printing Money) merupakan alternatif penyelesaian kusut Masai persoalan bangsa saat ini.

Linier dengan itu kita wajib mendoakan Pemimpin negeri ini diberikan kesehatan dan kepemimpinan nya kuat menghadapi “tantangan” & dinamika yang ada baik dalam dan luar negeri.

Indonesia mampu dan bisa!

PENULIS: Peri Akri Domo

Moneyprinting
Comments (0)
Add Comment