OTT KPK di Kuansing, Suci Nitia yang Istri Muda dari Bupati Suhardiman Amby Diperiksa

DERAKPOST.COM – Suci Nitia Edward ini, merupa istri muda dari Bupati Kuansing H Suhardiman Amby ini diperiksa KPK, yakni terkait aliran dana korupsi.

Pemeriksaan dilakukan KPK, usai terjaring OTT di Kuansing. Pemeriksaan, bertempat di Gedung Merah Putih KPK itu hari Selasa (30/6/2026). Diketahui, tim penyidik sudah membawa Suci Nitia itu, ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, yang bersama empat orang lainnya setelah terjaring OTT di Kuansing.

Tim KPK menangkap total 10 orang dalam rangkaian aksi operasi senyap sejak Senin (29/6/2026), di Kuansing dan Jakarta. Tim penyidik pun kemudian memilih lima orang untuk bisa menjalani pemeriksaan intensif di ibu kota. Kelima orang itu mencakup tiga pihak swasta, satu pegawai negeri sipil dan  serta satu anggota keluarga penyelenggara negara yaitu Suci Nitia.

Sempat Dilabrak Istri Pertama
Dilansir ini dari berbagai sumber, istri muda Suhardiman Amby yakni Suci Nitia menjadi sorotan publik pada April 2018, saat kasus poligami Suhardiman Amby diketika itu jadi anggota DPRD Riau ini mencuat ke media.

Status pernikahan dengan Suci Nitia, yang  dinyatakan oleh Suhardiman Amby sebagai nikah siri (ini tidak tercatat secara resmi di KUA/Pengadilan Agama) dan tanpa izinnya atau sepengetahuan istri pertama Hj Yulia Herman.

Tempat tinggal Suci Nitia, diketika saat itu beralamat di Jalan Wono Sari, Gang Suka Mulya, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Pengakuan dari orang tua Suci Nitia didatangi istri pertama, itu mengakui bahwa anaknya sudah menikah siri dengan Suhardiman Amby.

Alasan Suhardiman, dia mengaku menikah untuk menghindari perbuatan zina, namun ditentang keras oleh istri sah. Istri pertama Hj Yulia Herman ini datangi ke rumah Suci Nitia pada 4 April 2018, dikarena suaminya sudah sebulan tidak pulang. Kasus dilapor ke Polsek Bukit Raya dan pada DPD Partai Hanura

Ada laporan sebagai pelanggaran poligami tanpa izin istri tersebut. Suhardiman dikala itu sempat mengancam melaporkan balik istrinya karena dianggap telah melakukan persekusi, namun permasalahan ini tidak memiliki keputusan hukum dipublikasikan secara luas.

Setelah dari peristiwa 2018, tidak ada lagi laporan terbaru mengenai akan hal status hubungan Suhardiman Amby dengan Suci Nitia. Namun perlu diketahui didata resmi biografi dan aktivitas publiknya itu hingga 2026 ini, yang tercatat itu sebagai istri sah Suhardiman Amby tetap Hj Yulia Herman, pendampingnya sejak lama.

Bupati Kuansing dan Sekda Kabur
Saat ini, Suci Natia menjalani pemeriksaan secara intensif, KPK justru kehilangan jejak halnya Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah (Sekda) Zulkarnaen.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut, bahwa tim penyelidik mendeteksi adanya kebocoran informasi di lapangan memicu pelarian kedua pejabat teras tersebut.

Merespons dalam situasi ini, KPK meminta Bupati Kuansing Suhardiman yang beserta Zulkarnaen untuk segera menyerahkan diri dan bersikap kooperatif. “Kami akan terus menelusuri informasi tersebut. Yang pasti memang tim melakukan pencarian kepada bupati dan sekda saat ini belum ditemukan posisinya,” sebut Budi saat menyampaikan keterangan pers.

Dia mengatakan, KPK akan menggandeng pada pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau secara intensif untuk melacak posisi kedua buronan tersebut. Lembaga antirasuah pun memastikan akan mengerahkan segala hal bentuk upaya paksa hukum, apabila kedua pejabat tersebut, yaitu tetap mengabaikan  imbauan petugas.

Kasus Jual Beli Jabatan Naik ke Tahap Penyidikan
KPK menggelar OTT ini untuk membongkar halnya praktik jual beli jabatan, di lingkung Pemkab Kuansing. Aliran dana suap secara spesifik menyasar halmya perebutan kursi Sekda. Guna melengkapi bukti perkara, tim KPK menyita catatan transaksi keuangan elektronik serta satu unit kendaraan roda empat sebagai instrumen suap.

Petugas juga memasang garis batas atau KPK line di enam ruangan kerja kompleks Pemkab Kuansing dan satu ruangan milik Ketua DPRD Kuansing ini guna mencegah perusakan bukti tambahan. Setelah acara menggelar ekspose perkara, yang secara menyeluruh pada Selasa sore. Maka pihak pimpinan KPK itu resmi menaikkan status perkara ketahap penyidikan.  (Dairul)

bupatiKPKKuansingsekdasuci
Comments (0)
Add Comment