Momentum 1 Muharram 1448 H, Lapas Bangkinang Perkuat Pembinaan Spiritual dan Semangat Hijrah Warga Binaan

DERAKPOST.COM – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang menggelar kegiatan pembinaan keagamaan yang berlangsung khidmat dan penuh makna pada Kamis (18/6/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Bertempat di lingkungan Lapas Kelas IIA Bangkinang, kegiatan tersebut diikuti ratusan warga binaan serta seluruh jajaran pegawai. Peringatan Tahun Baru Islam ini sekaligus menjadi wujud komitmen lapas dalam menghadirkan program pembinaan kepribadian yang berkesinambungan, khususnya melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, peningkatan keimanan, serta pembentukan karakter yang lebih baik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, yang baru kembali menunaikan ibadah haji. Kehadirannya di tengah warga binaan dan pegawai menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan keagamaan yang terus digalakkan di lingkungan pemasyarakatan.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran penceramah kondang, Ustad Ucay, yang memberikan tausiah agama kepada seluruh peserta. Kehadiran Ustad Ucay mendapat sambutan antusias dari warga binaan yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian.

Acara diawali dengan doa bersama menyambut pergantian Tahun Baru Islam, dilanjutkan dengan penampilan musik religi dari santri Lapas Bangkinang. Setelah itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyampaikan sambutan sebelum memasuki sesi tausiah.

Dalam ceramahnya, Ustad Ucay mengangkat tema hijrah sebagai momentum perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai kesempatan memperbaiki diri dan meninggalkan kebiasaan buruk masa lalu.

“Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi bagaimana seseorang mampu berpindah dari kehidupan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ujar Ustad Ucay.

Sementara itu, Kalapas Alexander Lisman Putra menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram hendaknya dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana introspeksi diri dan penguatan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Peringatan 1 Muharram ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum penting bagi kita semua, khususnya warga binaan, untuk melakukan introspeksi diri. Saya berharap kegiatan keagamaan seperti ini mampu menumbuhkan semangat hijrah, memperkuat iman, serta menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ungkap Alexander.

Melalui kegiatan peringatan Tahun Baru Islam ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang berharap nilai-nilai spiritual ditanamkan dapat menjadi fondasi kuat dalam proses pembinaan warga binaan. Dengan demikian, para warga binaan diharapkan mampu membangun karakter positif, meningkatkan kesadaran diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat. (Redaksi)

BangkinangLapasMuharrampembinaanperkuat
Comments (0)
Add Comment