Mengenang Sosok RM Tirto Adhi Soerjo Sang Perintis Pers Nasional Indonesia

DERAKPOST.COM – Sosok dari Raden Mas (RM) Djokomono Tirto Adhi Soerjo, dimana diketahui merupa salah satu tokoh paling berpengaruh, dalam hal sejarah jurnalistik Indonesia. Yaitu melalui hal keberanianya dan pemikiran, ia meletakkan fondasi pers nasional sebagai sarana perjuangan, dalam  pendidikan, dan penyadaran masyarakat di masa penjajahan.

RM Djokomono Tirto Adhi Soerjo yang juga lebih dikenal RM Tirto Adhi Soerjo ini, lahir di Blora, Jawa Tengah, pada tahun 1880. Ia berasal keluarga bangsawan Jawa. Yakni, dengan ayahnya, Raden Mas Tirtonoto itu menjabat sebagai Bupati Bojonegoro dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Raden Ajeng Kartini.

RM Tirto Adhi Soerjo yang dikenal sebagai pendiri Medan Prijaji, surat kabar pertama yang dimiliki, dikelola, dan diterbitkan oleh kaum pribumi. Pada masa itu, dunia pers yang masih didominasi penerbit keturunan Eropa dan Tionghoa. Maka kehadiran dari  Medan Prijaji itu menjadi tonggak penting lahirnya pers nasional yang berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.

Melalui berbagai tulisannya, Tirto Adhi Soerjo berani mengkritik ketidakadilan pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Dengan sikap kritis tersebut membuat  beberapa kali juga berhadapan dengan penguasa kolonial. Pada tahun 1912, ia dijatuhi hukuman pembuangan ke Pulau Bacan setelah tulisannya dianggap menghina pejabat kolonial.

Sepulang dari masa pembuangan, kondisi kesehatannya terus menurun yang hingga akhirnya wafat pada 7 Desember 1918. Ia yang semula dimakamkan di Mangga Dua, Jakarta, sebelum itu dipindahkan ke Bogor pada tahun 1973. Hal ini dikutip dari laman SimpulNews. Di batu nisannya ads terukir itu kalimat Perintis Kemerdekaan, Perintis Pers Indonesia.

Sebuah penghormatan atas jasa besarnya bagi bangsa dan atas dedikasinya. Dimana selanjutnya, pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Anugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan serta Bintang Mahaputera Adipradana tersebut yang juga diserahkan kepada keluarga besar RM Tirto Adhi Soerjo, pada 3 November 2006.

Hingga kini, namanya RM Tirto Adhi Soerjo itu dikenang sebagai Bapak Pers Nasional. Katena sosok yang menjadikan jurnalistik sebagai alat perjuangan demi hal keadilan, kemerdekaan dan hal Kebangkitan bangsa Indonesia.Jurnalisme sejati bukan sekadar menyampaikan berita, namun perjuangkan demi kebenaran, keadilan, dan kepentingan rakyat.  (Dairul)

nasionalpersSoerjoSosokTirto
Comments (0)
Add Comment