DERAKPOST.COM – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis melalui program Diskominfotik Sambangi Sekolah (DSS) terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Kali ini, kegiatan tersebut menyusuri Komunitas Adat Terpencil (KAT) tepatnya di SD Negeri 32 Bantan dengan memberikan edukasi mengenai penggunaan internet sehat dan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah Jumat, 23 Oktober 2026.
Kehadiran rombongan Diskominfotik Kabupaten Bengkalis disambut hangat Kepala SD Negeri 32 Bantan, Gunawan, bersama majelis guru dan para siswa. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Diskominfotik Kabupaten Bengkalis, Adi Sutrisno, dengan menghadirkan Muhammad Jazam, Haliyun Na’im, dan Nurfaiza sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Adi Sutrisno menyampaikan pentingnya membekali pelajar dengan pemahaman yang memadai mengenai pemanfaatan teknologi informasi secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak peluang bagi siswa untuk memperluas wawasan dan mendukung proses pembelajaran, tetapi juga perlu diimbangi dengan pengetahuan mengenai etika serta keamanan dalam menggunakan internet.
“Anak-anak tidak cukup hanya diperkenalkan pada teknologi, tetapi juga perlu dibimbing agar mampu memahami manfaat dan risikonya. Pendampingan dari guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat,” ujar Adi Sutrisno.
Melalui program DSS, Diskominfotik Kabupaten Bengkalis berupaya mendekatkan edukasi teknologi informasi kepada para pelajar agar pelajar mampu memanfaatkan ruang digital secara positif. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses informasi, tetapi juga mencakup kecakapan dalam memilah informasi, memahami risiko penggunaan internet, serta menjaga perilaku dan etika ketika berinteraksi di dunia maya.
Selain penggunaan internet sehat, materi pencegahan perundungan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Para siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya membangun hubungan sosial yang dilandasi sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
SD Negeri 32 ini menjadi sekolah pertama di Kecamatan Bantan yang dikunjungi Tim Diskominfotik Sambangi Sekolah (DSS). Ke depan, dengan semangat memperluas jangkauan literasi digital di kalangan pelajar, program ini akan terus berlanjut dengan menyasar sekolah-sekolah di kecamatan lain di Kabupaten Bengkalis.
Melalui program DSS, Diskominfotik Kabupaten Bengkalis berkomitmen untuk terus memperluas edukasi literasi digital kepada pelajar sehingga pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi informasi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab dapat ditanamkan sejak dini dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera serta Unggul di Indonesia, upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kecakapan digital siswa, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak, menjunjung tinggi nilai saling menghargai, dan bebas dari perundungan. (Hamid)