DERAKPOST.COM – Keluarga besar Pomparan Op. Final Rajagukguk menggelar wisata bersama ke Pantai Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, pada Senin, 18 Juni 2026. Kunjungan ini diikuti anggota keluarga yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Meskipun dikenal sebagai pelabuhan niaga bersejarah, Teluk Bayur menyuguhkan panorama pantai dan matahari terbenam yang mengagumkan dan menenangkan. Para peserta mengaku menikmati suasana pagi di pesisir Kota Padang sambil melihat kapal-kapal besar bersandar.
“View alamnya sangat bagus dipadukan dengan aktivitas pelabuhan yang sibuk,” ujar salah satu anggota rombongan, saat berbincang dengan awak media di lokasi wisata tersebut.
Nilai Sejarah dan Edukasi
Selain menikmati pemandangan, rombongan juga menyoroti nilai sejarah Teluk Bayur. Pelabuhan ini dulunya dikenal dengan nama Emmahaven, pada masa kolonial Belanda dan menjadi salah satu landmark bersejarah di Sumatera Barat.
“Keren! Pelabuhan ini punya sejarah panjang. Sangat edukatif kalau membahas sejarah pelabuhan di Indonesia bersama anak-anak,” kata peserta.
Sebagai pelabuhan kelas utama di pantai barat Sumatera, Teluk Bayur juga disebut sebagai gerbang ekspor-impor yang vital. Fasilitas dan kinerjanya dinilai terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan arus logistik antar pulau yang sibuk dan efisien.
Harapan untuk Peningkatan Fasilitas
Ketua rombongan, Oppung Tamayaro Doli Rajagukguk yang datang dari Jakarta, berharap pengelolaan kawasan wisata Teluk Bayur dapat terus ditingkatkan.
“Semoga fasilitas bagi pengunjung dan kebersihan area sekitar dermaga bisa terus ditingkatkan lagi. Akses jalan dan penataan parkir perlu perhatian agar wisatawan maupun pekerja merasa lebih nyaman,” ujarnya.
Kegiatan wisata ini menjadi ajang silaturahmi bagi Pomparan Op. Final Rajagukguk sekaligus sarana edukasi sejarah bagi generasi muda keluarga. (Ajo Marbun)