Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Sumbar Ini Longsor, Kepolisian Sebut Sembilan Orang Tewas

DERAKPOST.COM –  Tragedi yang terjadi di daerah tambang emas ilegal di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, hari Kamis (14/5/2026) siang, sekira pukul 12.30 WIB. Terdata yaitu sembilan penambang tewas diakibat tertimbun sementara tiga lainnya mengalami luka-luka.

Hal insiden longsor tersebut, yang terjadi area penambangan tanpa izin di wilayah Sijunjung, di Provinsi Sumatera Barat. Ini, beredar video di media sosial perlihatkan adanya insiden longsor terjadi di lokasi penambangan emas wilayah Sijunjung,

Terlihat itu, didalam unggahan Instagram @topik.sumbar24jam, pada Sabtu, 16 Mei 2026, peristiwa itu terjadi saat 12 orang ini  diduga sedang melakukan halnya aktivitas penambangan tersebut secara tradisional menggunakan dompeng dan dulang.

“Longsor di lokasi tambang emas ilegal Sijunjung,” tulis postingan tersebut.

Terkait insiden ini, pihak kepolisian setempat telah mengonfirmasi, dari total 12 penambang, terdapat 9 orang yang menjadi korban tewas, dan 3 lainnya dalam kondisi selamat.

Lantas, bagaimana awal mula kronologi ini berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian? Berikut ulasannya.

Tambang Emas Ilegal di Sijunjung

Dalam kasus ini, lokasi tambang emas ilegal yang terjadi longsor itu tepatnya berada di wilayah Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya menyebut, pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

“Berdasarkan informasi dari Kapolres (Sijunjung), memang betul ada kejadian (tambang longsor),” kata Rosya dalam pernyataannya, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Secara rinci, Rosya menjelaskan, peristiwa terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026 siang di kawasan Jorong Taratak Botung, Nagari Guguak.

Berdasarkan laporan pihak kepolisian, saat kejadian, terdapat 12 penambang yang sedang bekerja.

Rosya menuturkan, 3 orang berhasil menyelamatkan diri, sementara 9 lainnya tertimbun dan ditemukan tewas.

“Kami sampaikan bahwa menurut Kapolres, warga saat itu sedang melakukan penambangan. Tradisional ya, dengan menggunakan dompeng dan dulang,” tutur Rosya.  (Dairul)

EmasKepolisianSijunjungSumbartambang
Comments (0)
Add Comment