Kader Gerindra Riau Edi Basri Prihatin atas Adanya Dugaan OTT pada Bupati Kuansing Suhardiman Amby

DERAKPOST.COM – Edi Basri salah seorang pengurus Partai Gerindra Riau ini, mengaku rasa prihatin atas dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sudah menyeret Bupati Kuansing, Suhardiman Amby. Hal itu, sebut dia, ini cukup mengejutkan terlebih diketika
pemerintah daerah itu, baru saja menjalani proses audit, dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Kejadian ini tentu yang mengagetkan kita semua. Apalagi BPK baru saja melakukan audit terhadap kinerja pemerintah daerah dengan hasil WTP,” ujar Edi Basri. Sebagai senior Suhardiman di hal dunia politik, Edi Basri mengaku selama ini mengenal kalau sosok Suhardiman sebagai figur memiliki perjalanan karier politik yang baik.

Mulai dari anggota DPRD Riau selama dua periode hingga dipercaya menjadi kepala daerah. Ia juga menilai Suhardiman sempat menunjukkan prestasi dengan mendorong promosi budaya Pacu Jalur hingga mendapat perhatian nasional.

“Kita bangga karena beliau mampu menghadirkan Wakil Presiden pada acara Pacu Jalur. Tahun ini juga agenda Pacu Jalur dirancang lebih besar dengan persiapan yang cukup baik,” ujarnya, yang dikutip dari laman TribunPekanbaru.

Meski demikian, Edi Basri menegaskan proses penegakan hukum harus tetap dihormati. Edi Basri menyebut Suhardiman merupakan salah satu figur politik yang kariernya cukup menanjak. Karena itu, peristiwa tersebut diharapkannya menjadi pelajaran bagi seluruh kader partai maupun para kepala daerah.

“Ini menjadi pelajaran bagi kader-kader yang lain sebagaimana pesan Presiden agar berhati-hati dalam mengelola keuangan rakyat. Kita diberi amanah untuk memegang kepercayaan, bukan untuk berkuasa. Kalau amanah itu dipegang dengan baik, tentu akan terhindar dari persoalan hukum,” tuturnya.

Terkait halnya status Suhardiman di Partai Gerindra, Edi Basri menjelaskan kalau yang  bersangkutan itu sudah tidak lagi menjabat sebagai pengurus partai. Memang katanya, dulu beliau Ketua DPC Gerindra Kuansing, tetapi belakangan sudah terjadi pergantian kepengurusan.

“Kalau soal status keanggotaannya, saya belum bisa memastikan. Namun, sebagai sesama orang yang pernah bersama di Gerindra, tentu kami prihatin atas kejadian ini,” ujar Ketua Komisi III DPRD Riau dengan menjelaskan.

Sebagaimana diketahui, Suhardiman Amby sebelumnya menjabat beberapa periode di DPRD Riau, itu mulai dari perwakilan Partai Bintang Reformasi (PBR), kemudian duduk sebagai wakil rakyat yang mewakili Partai Hanura.

Pemilu 2020 silam, Suhardiman Amby juga maju di Pilkada. Pada saat itu, Suhardiman menjadi wakil Andi Putra, yang merupakan ketua DPD Golkar Kuansing. Namun hanya beberapa bulan setelah dilantik, Andi Putra ditangkap KPK didalam kasus dugaan suap HGU perusahaan.

Mulai saat itu, Suhardiman Amby langsung memimpin Kuansing, juga bahkan memiliki kekuatan besar di bumi jalur tersebut. Yang kemudian Suhardiman Amby memilih jalan politiknya berlabuh di partai besar, diketika  itu yakni Partai Gerindra.

Dia pun langsung diamanahkanya menjadi Ketua DPC Gerindra Kuansing, dan berhasil mengambil kepemimpinan di Kuansing. Ini juga menjadi pemenang di Kuansing berkat tangan dingin Suhardiman Amby tersebut.

Artinya saat itu, meruntuhkannya kekuatan Golkar yang selama ini mendominasi. Yang diketahui juga kalau Ketua DPRD Kuansing dikuasai Gerindra, dan berkat kedigdayaan Suhardiman Amby semakin kuat, ditambah dengan anaknya ini berhasil duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuansing.

Namun saat itu masalah muncul di Pilkada serentak tahun 2024, saat ia kembali maju melalui Partai Gerindra, di Pilkada serentak itu menjadi masalah, dimana Gerindra saat itu tingkat Provinsi Riau mendukung Nasir – Wardan.

Sementara itu, Suhardiman Amby memilih jalur lain, dengan hal mendukung pasangan Abdul Wahid – SF Hariyanto yang mendapat dukungan dari UAS juga. Dengan mudah, ia mengalahkan dua Paslon tersebut. Akibat tidak sejalan dengan pasangan calon pada tingkat Provinsi dan ada terjadii perbedaan pandangan.

Sehingga disaat itu, akhirnya Suhardiman Amby diganti menjadi ketua DPC Gerindra Kuansing. Meski demikian, didalam proses perjalanan di Kuansing, Suhardiman masih memegang kendali dengan anggota DPRD dari Partai Gerindra.

Namun perhelatan Musda Partai Demokrat Provinsi Riau Mei 2026 lalu, diketahui juga Suhardiman Amby hadir secara khusus di ajang tersebut dan juga bahkan langsung diperkenalkan Ketua DPD Demokrat Riau Agung Nugroho kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono saat itu.  (Dairul/

ambyBasriEdiGerindraSuhardiman
Comments (0)
Add Comment