Ini Dia Pengakuan Purbaya Pencopotannya Terkait Rombak Ratusan Pegawai Pajak

DERAKPOST.COM – Eks Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ini mulai angkat bicara dengan mengungkap tabir di balik pergantian secara mendadak pucuk pimpinan bendahara negara. Ia juga tidak menampik bahwa pergeseran posisinya memiliki kaitan erat dengan keputusan merombak ratusan pegawai pajak pada periode sebelumnya.

Rombak Pegawai dan Telepon Mensesneg

Fakta tersebut meluncur dari mulut Purbaya usai merampungkan prosesi serah terima jabatan (sertijab) kepada penerusnya di gedung Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026). Saat disinggung mengenai korelasi pencopotannya dengan rotasi massal ratusan pegawai pajak baru-baru ini, ia membenarkannya.

“Sebagian ada,” ucapnya singkat.

Meski demikian, ia enggan membeberkan faktor penentu lainnya. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan perombakan kabinet itu sebagai bagian dari kewenangan kepala negara.

“Itu kan hak prerogatif Presiden, kita ikutin aja,” tegasnya dikutip dari laman Republika.

Tepis Isu Perbedaan Kebijakan

Purbaya juga membantah spekulasi yang menyebutkan dirinya dicopot akibat adanya perbedaan arah kebijakan secara umum selama menjabat. Ia memastikan seluruh regulasi yang diterbitkan selalu sejalan dengan instruksi istana.

“Nggak. Kan kebijakan kita yang ikutin semua kebijakan Presiden. Aman lah itu,” bebernya.

Pergantian ini sejatinya tidak terlalu mengejutkan baginya. Ia mengaku sudah memperkirakan peluang dirinya akan diganti dengan persentase 50:50, yang pada akhirnya terkonfirmasi melalui sambungan telepon dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

“Ya, kita udah hitung-hitung kira-kira 50-50 lah. Tapi baru tahunya waktu itu,” urainya.

Dirjen Bea Cukai Bantah Friksi Internal

Di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama merespons kabar burung mengenai ketegangan antara dirinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Usai menghadiri agenda sertijab, Djaka langsung menepis tudingan tersebut.

“Kata siapa? Ngarang-ngarang aja,” kilahnya.

Sambil tertawa, ia kembali meyakinkan bahwa tidak ada gesekan apa pun di internal kementerian selama Purbaya menjabat.

“Siapa bilang? Ngaco-ngaco aja. Nggak benar, bohong,” timpalnya.

Menyambut kepemimpinan baru, Djaka menyisipkan harapan agar transisi ini tidak menghambat roda tugas kementerian.

“Harapannya ke depan Kementerian Keuangan bisa selalu menjaga APBN dengan baik,” harapnya.

Evaluasi Kebijakan Era Purbaya

Sementara itu, Menteri Keuangan, Suahasil Nazara merencanakan penelaahan terhadap perombakan jabatan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang sebelumnya dieksekusi oleh pendahulunya. Hal ini ia sampaikan usai prosesi pelantikan di Istana Negara, Senin (14/9/2026).

“Nanti kita lihat, tapi kemarin memang ada pelantikan minggu lalu dan tentu nanti kita akan lihat pelantikan seperti apa, keputusan Menteri Keuangan seperti apa dan kita akan tindaklanjuti dari situ,” terang Suahasil.

Fokus utamanya saat ini berpusat pada upaya memperkuat postur keuangan negara dan menjaga keberlanjutan program kerja. Ia menyadari beban besar memimpin instansi yang menaungi 77 ribu pegawai di seluruh pelosok negeri.

“Kementerian Keuangan sebagai kementerian yang sangat besar, 77 ribu pegawai, tentu bekerja di seluruh Indonesia untuk bisa menumbuhkan ekonomi dan juga menstabilkan ekonomi Indonesia,” paparnya.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, APBN wajib dikelola secara sehat guna membiayai program prioritas pemerintah. Penunjukan Suahasil ini secara sah tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024-2029, yang ditetapkan pada 14 September 2026.  (Dairul)

PajakPegawaiPencopotannyaPurbayarombak
Comments (0)
Add Comment