Husnul Kausarian: Riau Petroleum Jabarkan Realisasi PI 10 Persen di IPA Convex 2026

DERAKPOST.COM – PT Riau Petroleum mengambil peran aktif dalam pameran industri minyak dan gas berskala internasional, Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex 2026 di Gedung ICE BSD, Tangerang, Banten, hari Jumat (22/5/2026).

Perusahaan daerah ini tampil mengisi anjungan Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (Adpmet) untuk mendemonstrasikan kontribusi nyata industri ekstraktif bagi kesejahteraan daerah.

Kegiatan pameran energi strategis ini dibuka secara resmi oleh Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, Rabu (20/5/2026). Pemerintah pusat menekankan visi pengelolaan hulu migas yang memberikan porsi seimbang bagi para pelaku industri untuk memajukan pembangunan nasional.

“Saya akan sampaikan equal treatment. Bagi negara, berpihak kepada BUMN itu penting, tapi jauh lebih penting adalah memikirkan semua kepentingan negara. KKKS yang lain juga mempunyai kontribusi sama terhadap pembangunan bangsa dan negara,” ungkap Bahlil Lahadalia dalam sambutan pembukanya.

Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah agar operasional migas membawa dampak positif yang merata, Direktur PT Riau Petroleum, Prof Husnul Kausarian, PhD memanfaatkan momentum tersebut untuk memaparkan transparansi pengelolaan hak partisipasi daerah atau Participating Interest (PI) 10 persen.

Dikutip dari laman Detik. Dana yang dikelola tersebut langsung dikembalikan kepada masyarakat dalam wujud program pemberdayaan dan tanggung jawab sosial bersama konsorsium Jakarta Oses Energi.

“Riau Petroleum berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui program corporate social responbility. Orientasinya pada pemberdayaan masyarakat. Ada dalam bidang pendidikan dan olahraga, bidang keagamaan, bidang budaya dan pariwisata, bidang UMKM,” papar Husnul Kausarian.

Optimalisasi hasil bumi Riau tersebut telah dikonversi menjadi berbagai program fisik dan non-fisik selama tiga tahun ke belakang. Implementasi di lapangan menyasar sektor vital seperti pemberian beasiswa pendidikan, penyediaan fasilitas rumah ibadah, hingga pendirian pondok pesantren.

Dampak operasional migas juga dirasakan oleh pelaku seni dan kebudayaan daerah lewat dukungan pembiayaan event internasional Pacu Jalur. Tidak ketinggalan, masyarakat ekonomi bawah turut tersentuh lewat program belanja baju raya bersama ribuan anak yatim piatu dan kaum dhuafa.  (Dairul)

Husnul KausarianjabarkanpetroleumRiau
Comments (0)
Add Comment