Guntur Romli: PDIP Puji Kejujuran Prabowo Tak Lihat Latar Belakang Politik Pemenang Proyek

DERAKPOST.COM – Presiden Prabowo Subianto bercerita peran Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang suka membantu dirinya di bidang ekonomi, ketika dulu belum berkuasa. Politisi PDIP Guntur Romli memuji kejujuran Prabowo seperti Megawati, yang tak melihat latar belakang politik pemenang proyek.

“Kami mengapresiasi kejujuran dan keteladanan Pak Prabowo yang kini menerapkan prinsip yang sama: tidak melihat latar belakang politik, tapi melihat apakah prosesnya benar dan adil. Itu menunjukkan semangat kebangsaan yang luhur, di atas kepentingan partisan,” ujar Guntur kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Dikutip dari laman Detik. Guntur menyebut Megawati adalah sosok yang konsisten menjalankan peraturan dan perundang-undangan. Megawati, jelas Guntur, tidak akan melakukan intervensi terhadap proses apapun.

“Kalau perusahaannya yang menang tender. Kalau sesuai dengan peraturan dan kelayakan maka Ibu Megawati tidak akan membatalkan,” tambahnya.

Guntur juga mengapresiasi ucapan terima kasih Prabowo kepada PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan. Ia membenarkan perkataan Prabowo.

“PDI Perjuangan memang berkorban dengan tetap konsisten di luar koalisi pemerintahan. Bukan karena tidak mau gotong royong, tapi karena kami ingin menjalankan peran konstitusional sebagai penyeimbang (check and balances) yang sehat bagi demokrasi. Dan hal ini juga menjadi keputusan Rakernas V tahun 2024 dan Kongres VI tahun 2025,” sambung Guntur.

Guntur menyebut PDIP hormati sikap kenegarawanan Prabowo yang memahami bahwa kritik dan pengawasan yang konstruktif justru diperlukan agar pemerintahan berjalan lebih baik. “PDI Perjuangan akan terus menjalankan peran itu dengan penuh tanggung jawab demi rakyat dan bangsa,” jelasnya.

Hal senada diutarakan senior PDIP Hendrawan Supratikno. Ia berterima kasih kembali kepada Prabowo yang mengapresiasi sikap PDIP memilih bekerja di luar pemerintahan.

“Ini cermin Presiden sangat memahami bekerjanya sistem Presidential dan demokrasi gotong royong,” kata Hendrawan.

Hendrawan mengatakan Megawati selalu mengingatkan kader, agar kritik selalu didasarkan atas data, fakta dan didukung bukti-bukti empiris. Bukan asal bicara tanpa dasar argumen yang kuat.

“Soal kultur saling-membantu (Megawati dan Prabowo), itu menunjukkan semangat kebersamaan yang diresapi oleh tokoh-tokoh politik yang berkelas negarawan. Negarawan memikirkan kepentingan yang lebih besar,” ujar Hendrawan.

Diketahui, saat berpidato di rapat paripurna DPR RI, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo mengaku dibantu oleh Megawati di bidang ekonomi. Prabowo mulanya menyampaikan pernah ada menteri yang meminta petunjuk kepada dirinya karena pihak yang berlatar belakang PDIP memenangi proyek.

Dia menyebut saat itu meminta menterinya tak mempersoalkan hal tersebut. “Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas, tapi tanya, saya selalu katakan, menteri-menteri minta petunjuk, ‘Pak ini bagaimana, Pak, ada proyek, ada tender, tapi ini di belakangnya PDIP’, benar? Ayo, Menteri-menteri, benar kan? Tapi apa jawaban saya? Apa jawaban saya? Tidak ada masalah, kalau dia menang, dia menang saja, jangan kita lihat latar belakangnya,” kata Prabowo.

Dia mengaku melakukan itu lantaran Megawati pernah melakukan hal yang sama ketika berkuasa. Dia mengaku dibantu di bidang ekonomi oleh Megawati.

“Tenang saja, karena waktu saya nggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Nggak, saya mau terbuka, saya nggak berkuasa waktu itu, alias luntang-lantung lah, Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan ‘kalau memang Prabowo yang menang tender itu, jangan diganggu, diteruskan’. Saya sekarang ikuti contoh beliau,” ujar dia.

Di kesempatan yang sama, Prabowo juga mengucapkan terima kasih secara khusus ke PDIP yang memilih bekerja di luar pemerintahan. Hanya satu fraksi di DPR yang berada di luar koalisi, yakni PDIP, Prabowo menghargai posisi politik PDIP tersebut.

“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, dan saya hormati dan saya hargai itu, demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,” ucapnya.

Oleh sebab posisi politik itu, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada PDIP. Meski Prabowo ingin kerja sama seluruh partai, namun perlu adanya pihak penyeimbang di parlemen.

“Saya mengerti itu, sebenernya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita, memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik, setiap pemimpin harus mau dikritik,” imbuhnya. (Dairul)

 

 

latarPDIPPrabowopujiRomli
Comments (0)
Add Comment